Jangan Remehkan Penyebab dan Gejala Penyakit Batu Ginjal

Jangan Remehkan Penyebab dan Gejala Penyakit Batu Ginjal

Meskipun kurang populer dibandingkan penyakit lain seperti penyakit jantung, diabetes, atau kanker, batu ginjal juga tetap harus diwaspadai. Bahkan tak ada salahnya Anda melakukan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko munculnya kondisi ini.

Batu ginjal merupakan pengendapan massa keras di ginjal atau ureter. Mereka terdiri dari mineral kristal kecil dan garam asam mengendap dari urin dan saling menyatu. Variasinya sangat beragam, baik dari segi ukuran maupun tekstur.

Seringkali bahkan batu ginjal dapat ‘berkembang’ tanpa diketahui prosesya sampai akhirnya menyebabkan penyumbatan. Hal ini pada selanjutnya dapat menyebabkan rasa nyeri luar biasa, sebab batu-batu ini ‘membuat’ jalan ke dalam ureter.

Dianggap sebagai masalah umum, kebanyakan orang dapat berisiko terkena kondisi batu ginjal. Meskipun batu ginjal tak termasuk ke dalam kategori penyakit yang mengancam jiwa, namun bisa menimbulkan nyeri hebat jika Anda mengabaikannya. Nah, apa sebenarnya faktor penyebab dari munculnya batu ginjal?

Dikutip dari Times of India, Senin (17/2/2014), hingga saat ini belum ditemukan penyebab spesifik dari batu ginjal. Mereka terbentuk ketika urin tidak bisa mencairkan kristal mineral seperti kalsium, oksalat dan asam urat. Kristal-kristal ini kemudian saling menempel dan menciptakan batu ginjal.

Meskipun batu ginjal sering terbentuk tanpa disadari oleh si empunya, namun saat sudah mulai muncul sumbatan maka gejala yang perlu diwaspadai di antaranya seperti nyeri di perut atau punggung, nyeri yang menyebar ke daerah lipatan paha atau testis, ada darah dalam urine, mual atau muntah, dan muncul sensasi terbakar saat buang air kecil.

Untuk pengobatan, para dokter beranggapan bahwa hal tersebut bergantung pada jenis dan berat batu ginjal tersebut. Batu ginjal kecil atau yang berukuran sekitar 5 mm dapat dikeluarkan melalui urine. Dokter biasanya akan meminta Anda untuk banyak minum air putih, sehingga batu akan keluar dari tubuh lebih cepat. Setelah batu tersebut keluar melalui urine, dokter kemudian akan meminta Anda memeriksakan urine tersebut di laboratorium untuk memastikannya.

Sementara jika batu ginjal tersebut berukuran lebih besar, yaitu sekitar 10 mm, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk membantu memecah batu tersebut, baru kemudian akan dikeluarkan melalui urine.

Prosedur medis umum lain yang biasa dilakukan adalah dengan terapi Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Selama terapi ini, gelombang kejut akan diberikan dan melewati kulit perut Anda menuju posisi batu ginjal. Gelombang ini akan memecah batu ginjal dan membuatnya mengalir bersama urine. Ketika ukuran batu cukup besar dan tidak bisa diatasi dengan ketiga prosedur tersebut, maka dokter akan merekomendasikan operasi nephrolithotomy perkutan atau ureteroscopy. (wh)