Jangan Gampang Percaya Stiker Call Center Bank

Jangan Gampang Percaya Stiker Call Center Bank

Kasus pembobolan rekening  nasabah di beberapa bank patut menjadi pelajaran bagi para nasabah. Khususnya mengantisipasi berbagai modus kejahatan yang mungkin terjadi.

Pengamat perbankan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Paul Sutaryono menilai kejahatan perbankan yang perlu diwaspadai selain melalui modus pemasangan camera dan skimmer di mesin ATM, adalah modus pemasangan stiker call center palsu.

“Mesin ATM ada stiker isinya tulisan call center bank bersangkutan, jangan dipercaya dulu, saya pernah mengalami, ada stiker itu, saya ambil itu, waktu itu kartu ATM saya tertelan, setelah saya hubungi itu palsu ternyata,” ungkapnya.

Sutaryono menjelaskan memang dalam stiker tersebut nomor call center sama dengan yang dimiliki oleh bank terkait, hanya saja alamat email yang tertera bukanlah email resmi pengaduan dari bank tersebut. “Saya menghubungi bank itu, tapi saya tau call center-nya, saya sampaikan apa betul alamat emailnya ini, ternyata bukan. Itu harus diwaspadai,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Sutaryono masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan menggunakan mesin ATM di beberapa tempat. “Dari sisi siapa yang salah ya kita juga, ya nasabah. Nasabah itu harus jeli, misalnya di ATM ada kejadian waktu kartu masuk agak susah, jangan diteruskan, itu indikasi bermasalah,” pungkasnya.

Sebelum ini, sebanyak 1.200 nasabah Bank Mandiri rekeningnya terkena blokir. Langkah ini dilakukan oleh pihak Bank sebagai antisipasi kejahatan perbankan yang mengancam. (lp6/ram)