Jamu Juventus, Saatnya Real Madrid Akhiri Kutukan 28 Tahun

logo real madrid

Misi penting diusung Real Madrid saat menjamu Juventus dalam leg kedua Semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis (13/5/20150 dinihari WIB. Ini saatnya tim besutan Carlo Ancelotti ini mengakhiri kutukan yang
menghantui selama 28 tahun.

Kutukan dimaksud adalah kegagalan Los Blancos memenangi laga dalam format knock-out menghadapi klub-klub asal Italia. Terakhir kali, Real Madrid sukses menyingkirkan klub Italia dalam laga dua partai (leg) terjadi pada September 1987 atau di musim 1987-1988.

Saat itu, kompetisi masih bernama European Cup. Di leg pertama putaran pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu tanpa kehadiran penonton, 16 September 1987, Real Madrid unggul 2-0 melalui gol-gol yang dicetak Michel dan Fernando De Napoli. Di leg kedua di San Paolo, 30 September 1987, Madrid bermain imbang 1-1 lewat gol penyeimbang kedudukan yang dicetak Emilio Butragueno. Madrid unggul agregat 3-1 dan lolos ke babak kedua.

Sejak itu, di pentas Eropa, tak satu kali pun Madrid berhasil melalui rintangan klub-klub Italia di laga knock-out. Dua kali berhadapan dengan AC Milan, dua kali pula Madrid tersingkir di semifinal musim 1988-1989 (agregat 1-6) dan putaran kedua musim 1989-1990 (agregat 1-2).

Dua musim kemudian, di kancah UEFA Cup (1991-1992), Real Madrid harus mengakui keunggulan klub sekota Juventus, Torino di babak semifinal. Sempat unggul 2-1 di Bernabeu, di leg kedua Madrid tak berdaya dan dipukul Torino 0-2. Madrid pun kalah agregat 2-3.

Hantu Italia kembali menyambangi Real Madrid di Liga Champions musim 2007-2008. Di babak 16 besar, Los Blancos berhadapan dengan AS Roma. Dua kali bertanding (leg), dua kali pula Madrid kalah dengan skor yang sama 1-2 atau kalah agregat 2-4.

Kali ini, dalam format knock-out, di leg pertama Madrid telah tertinggal 1-2 dari Juventus. Mampukah pasukan Carlo Ancelotti membalikkan keadaan sekaligus memupus kutukan 28 tahun tersebut? (bst)