Jalan Tol Dongkrak Investasi dan Bangkitkan Sektor Ritel

Jalan Tol Dongkrak Investasi dan Bangkitkan Sektor Ritel

Bagus Cahaya AB dan Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Keberadaan jalan tol sangat strategis mendongkrak sektor-sektor perekonomian. Di antaranya, mendatangkan investasi dan membangkitkan sektor usaha ritel.

Hal itu diungkapkan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya bertajuk “Tingkat Kepuasan Pengguna Jalan Tol Trans Jawa, Membuka Peluang Pertumbuhan Ekonomi Regional”, Jumat (20/9/2019).

“Dengan jarak 30-40 kilometer wilayah di sekitaran jalan tol, usaha ritel dapat menikmati ongkos angkut yang makin rasional. Hal ini jelas dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegas Kresnayana.

Dia lalu mengungkapka, jalan  tol juga mengundang banyak investor di wilayah tersebut. Jika investor datang dan membuka usaha di wilayah tersebut, bakal ada banyak fasilitas pengolahan bahan baku. “Jadi, bahan baku tidak perlu dikirim untuk diolah di kota-kota besar,” imbuh pria yang mendapat julukan Bapak Satatistika Indonesia.

Menurut Kresnayana, hadirnya jalan tol menjadikan adanya kepastian jadwal pengiriman. Juga ada pemangkasan waktu kirim. Makanya, sangat efektif dan efisien. Nantinya harga-harga produk juga bisa bersaing.

Belum lagi usaha-usaha yang berhubungan dengan otomotif . Kresnayana menyebut, adanya jalan tol dapat memancing usaha otomotif seperti bengkel penyedia jasa servis kendaraan bermotor, pompa ban, pom bensin. Semua ikut menikmati hasilnya.

“Ini kan menjadi efek berantai bagi masyarakat. Terutama pelaku usaha. Dengan kata lain, hal ini bisa membangkitkan sinergi ekonomi secara luas,” tandas Kresnayana.

Kresnayana menjelaskan, efek positif hadirnya jalan tol tidak hanya dirasakan para pengusaha dan investor, tapi juga masyarakat. Saat ini, sekitar 40 persen masyarakat menganggap wisata merupakan salah kebutuhan yang harus dilakukan pada akhir pekan. Hal ini tidak lepas dengan perubahan pola kerja dan gaya hidup.

“Ini akan menghidupkan sektor wisata di daerah. Karena masyarakat sekarang tidak menyia-nyiakan waktu libur akhir pekannya. Mereka kini lebih suka liburan ke desa berkumpul bersama keluarga,” terang Kresnayana.

Direktur Utama PT  Jasamarga Transjawa Tol Bagus Cahaya AB mengatakan infrastruktur jalan tol meningkatkan sektor logistik dan pertumbuhan kawasan. Untuk mendorong itu, dibutuhkan kebijakan-kebijakan di tiap-tiap wilayah.

Kata dia, kebijakan-kebijakan seperti penyedia pergudangan baru, dibukanya wisata-wisata baru, dan lain sebagainya. “Kebijakan ini harus bersinergi tiap daerah. Kurang lebih Jalan Tol Trans Jawa ini 1.000 kilometer Jakarta-Banyuwangi. Jadi kami berharap pemerintah daerah bisa melakukan hal tersebut,” ujar Bagus.

Terkait tarif, Bagus mengaku saat ini sudah ideal. “Saat ini, pengusaha travel sudah mulai berani pasang rute Jakarta-Solo dan Solo-Jakarta dalam waktu sehari. Artinya, ini jadi ukuran jika tarif yang kita berlakukan sudah merupakan tarif yang wajar,” pungkasnya. (wh)