Jaga Stabilitas Pangan, Jatim Terapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Jaga Stabilitas Pangan, Jatim Terapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Bagus Adhirasa dan Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Berbagai cara dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk menjaga stabilitas pangan di Jawa Timur. Satu di antaranya dengan menerapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dalam peraturan tersebut ditegaskan jika ada 1,017 juta hektar lahan tak boleh dialihfungsikan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur Bagus Adhirasa, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (11/10/2019). Acara ini dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya.

Menurut Bagus, saat ini ada 16 Kabupaten yang telah mulai memberlakukan kebijakan tersebut. Di antaranya, Malang, Lumajang, Situbondo, Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Ngawi, Bangkalan, Situbondo, Lumajang, Kota Batu, Mojokerto, Lamongan, Sumenep, Madiun dan Gresik.

“Untuk yang lainnya, saat ini kita sedang dalam proses perumusan,” ungkap Bagus.

Selain itu, imbuh dia, dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Jatim, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai elemen. Di antaranya petani, mitra petani, dan pihak-pihak yang berkaitan dengan proses distribusi penjualan ke pasar.

Bagus menerangkan, untuk mendorong kedaulatan pangan di Jatim, pihaknya juga telah melakukan berbagai program pertanian inovatif. Yakni dengan pemanfaatan teknologi rekayasa genetika holtikultura seperti komuditas padi yang dapat cepat siap panen.

Selain itu, ada pemanfaatan teknologi alat-alat pertanian yang tepat guna. “Seperti yang dilakukan di Kediri dan Sidoarjo beberapa waktu lalu, yaitu menanam padi dengan menggunakan drone,’ cetus dia.

Bagus juga menjelaskan, capaian yang disasar ke depan adalah menyejahteraja petani.”Sejatinya, kami ingin para petani ini juga bisa menikmati hasil panen mereka. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, efisiensi kerja dari petani dan penyaluran hasil panen yang tepat,” tegasnya. (wh)