Jaga Nilai Tukar Rupiah, Indonesia Butuh Cadangan Devisa USD 3 Triliun

Jaga Nilai Tukar Rupiah,  Indonesia Butuh Cadangan Devisa  USD 3 Triliun
foto: antaranews.com
Analis Asosiasi Analis Efek Indoensia (AAEI) Kiswoyo Adi Joe, mengatakan bahwa pemerintah dan otoritas moneter memang harus berupaya menjaga nilai tukar Rupiah. Menurutnya, jika ingin menstabilkan nilai tukar Rupiah, maka diperlukan cadangan devisa mencapai USD3 triliun.
“Contoh China yang menjaga nilai tukar uangnya, cadangan devisa mereka lebih dari USD3 triliun. Jadi kita butuh cadangan devisa USD3 triliun lebih,” katanya di Auditorium Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (8/7/2015).
Menurutnya, China membeli minyak Arab Saudi dengan kontrak tiga tahun, dengan pengiriman minyak yang dijatah tiap bulannya. Namun, harga yang diajukan merupakan harga fixed, sehingga tidak dipengaruhi oleh gejolak harga minyak dunia. “Saya pikir, ketika kontrak habis, mereka seolah berusaha menimbun minyak. Minimal mereka dengan mengontrak dengan harga sekarang tidak akan terbebani. Nah ketika harga minyak USD40-USD50 per barel China melakukan hal itu. (oke)