Jadwal Teratur, Kinerja PT KAI Naik Dua Kali Lipat

Jadwal Teratur, Kinerja PT KAI Naik Dua Kali Lipat

foto: arya wiraraja/enciety.co

Akhir 2018, ada 423 juta orang lebih setiap bulan yang menggunakan moda transportasi kereta api. Sedangkan pada akhir Juli tahun 2019, ada 39 juta orang per bulan yang naik kejreta api

Hal itu disampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (20/12/2019).

Menurut dia, di Pulau Jawa khususnya, kereta api menjadi satu moda transportasi yang terencana. Artinya, untuk bisa naik kereta api masyarakat harus pesan tiket beberapa hari sebelumnya.

“Jelas, keteraturan ini mendorong peningkatan kinerja PT Kereta Api Indonesia (KAI),” katanya.

Kresnayanan membeberkan, mulai akhir tahun 2010 hingga akhir 2018, peningkatan kinerja PT KAI ini naik hingga dua kali lipat. Contohnya, angkutan barang pada tahun 2011 akhir angkanya 19 juta ton. Lalu pada akhir tahun 2018 nilainya telah mencapai angka 45 juta ton.

“Artinya, ini menjadi potensi yang sangat baik. Karena hari ini kereta api tidak hanya mengangkut orang dan barang saja, tetapi juga mengangkut kontainer,” cetus Bapak Statistika Indonesia itu.

Kresnayana menambahkan, saat ini yang harus dilakukan PT KAI adalah melakukan pembenahan terkait masalah waktu delay keberangkatan dan kedatangan kereta api. Jadi tidak hanya ketepatan jadwal berangkat. Dengan dapat menjamin ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan, hal ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan.

Dalam kesempatan sama, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto menjelaskan, selain angkutan orang, sampai saat ini pihaknya akan terus meningkatkan kualitas angkutan barang. Kata dia ada berbagai macam angkutan barang yang disediakan PT KAI. Di antaranya angkutan barang kargo, kontainer atau peti kemas untuk barang multi ritel.

“Angkutan barang yang diminta para pelanggan itu kebanyakan adalah door to door. Sedangkan untuk saat ini, layanan yang dapat disediakan PT KAI masih port to port atau dari stasiun ke stasiun. Untuk itu, kami menggandeng beberapa perusahaan mitra untuk dapat menyediakan layanan prima bagi masyarakat,” cetus Suprapto. (wh)