Jadi Wali Kota Terbaik Ketiga Dunia, Risma Temui 7 Dubes Eropa

Jadi Wali Kota Terbaik Ketiga Dunia, Risma Temui 7 Dubes Eropa
Tri Rismaharini menjamu 7 dubes Eropa di Hotel Majapahit, Surabaya Jumat (13/2/2015).

Tujuh duta besar (dubes) asal Eropa untuk Indonesia bertandang ke Surabaya untuk menemui Wali Kota Terbaik Ketiga Dunia versi The World Mayor Prize (WMP) 2014, Tri Rismaharini. Bertandangnya para dubes Eropa ini juga dari bagian lawatannya untuk melihat kemajuan yang dilakukan oleh Risma selama ini.

Pertemuan yang digelar di Hotel Majapahit, Jumat (13/2/2015), itu dihadiri dubes Republik Ceko Tomas Smetanka, dubes Irlandia Kyle O’Sullivan, dubes Belgia Patrick Hermann, dan dubes Austria Andreas Karabaczek. Selain itu juga dubes Polandia Tadeusz Szumowski, dubes Uni Eropa Olof Skoog, serta utusan diplomatik Swedia Eddy Fonyodi.

“Kedatangan kami ke sini (Surabaya) mengemban misi penjajakan kemungkinan memper-erat hubungan kerjasama antara Kota Surabaya dengan kota-kota di kawasan Uni Eropa,” kata Olof Skoog.

Menurut dia, Indonesia merupakan partner strategis bagi Uni Eropa dan Surabaya termasuk yang mengalami perkembangan paling pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penghargaan dari dunia internasional kepada Kota Pahlawan ini.

“Dan kami semua sangat beruntung bisa bertatap muka dengan Walikota terbaik ketiga di dunia. Oleh karenanya, kesempatan ini tak mungkin di sia-siakan. Ini momen berharga untuk mengenal kota ini,” sambung dia.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengakui bahwa selama ini Surabaya mengandalkan sektor jasa dan perdagangan. Ini yang membuat Surabaya mampu bersaing dengan kota-kota lain di dunia. Untuk merealisasikan visi itu, kata Risma, pihaknya perlu membangun kualitas manusia (SDM) terlebih dulu.

“Kami tata dulu berbagai fasilitasi publik, baik itu di bidang pendidikan dan kesehatan. Ini karena pendidikan dan kesehatan gratis dapat meringankan beban masyarakat. Dengan demikian, program peningkatan taraf hidup warga bisa lebih terfokus,” jlentrehnya dalam perjamuan makan kala itu.

Skema itu ditunjang dengan penyediaan 978 perpustakaan dan taman baca di seluruh penjuru kota. Sementara di bidang teknologi informasi (TI), pemkot memberikan pelatihan komputer dan internet di broadband learning center (BLC) yang dapat dijumpai di fasilitas umum.

Tak ketinggalan, Risma juga menyinggung perihal upaya penanggulangan banjir, rencana pembangunan angkutan massal cepat (AMC), hingga pemanfaatan TI untuk menunjang manajemen pemerintahan dan perizinan online.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) memberikan banyak dampak positif. Salah satunya mengurangi terjadinya KKN karena semua terekam secara elektronik,” paparnya. (wh)