Selasa, November 29, 2022
Google search engine
BerandaSurabayaJadi Pusat Seni dan Budaya, Balai Pemuda Digratiskan

Jadi Pusat Seni dan Budaya, Balai Pemuda Digratiskan

“Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau kepada seniman dan anak muda untuk memanfaatkan Balai Pemuda sebagai pusat kesenian dan budaya.

Oleh karena itu, dia meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya memberi kesempatan anak muda dan seniman untuk menampilkan karyanya di gedung tersebut.

“”Balai Pemuda, Gedung Balai Budaya itu wes gratisino (gratiskan) dibuat para seniman ini menampilkan. Karena saya nggak ingin, hanya menggaungkan Balai Pemuda sebagai tempatnya anak muda, tapi nggak ada tampilan seni dan budaya,”” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Senin (5/9/2022).

Eri berharap agar Balai Pemuda dimanfaatkan sebagai tempat penampilan seni dan budaya seperti beberapa tahun lalu, sebelum pandemi Covid-19. Tujuannya, agar kreasi atau karya anak muda dan seniman di Surabaya itu dapat tersalurkan melalui pertunjukkan.

Eri sedikit bercerita, saat tingkat penularan Covid-19 di Surabaya tinggi, waktu itu Pemerintah Kota Surabaya sempat membubarkan beberapa penampilan seni di Balai Pemuda.

Bukan hanya membubarkan, Pemkot Surabaya bahkan sempat menutup Balai Pemuda dan menghentikan sementara kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan.

“”Memang, waktu itu pengunjung sangat antusias, sehingga terpaksa kita bubarkan. Lah nanti kalau sudah dibuka untuk pertunjukkan lagi, pengunjung bisa melihat ludruk, pertunjukkan tari dan sebagainya. Mereka (seniman) bisa tampil secara bergantian, pasti sangat luar biasa dan orang akan berani menampilkan karya seninya,”” ungkap Eri.

Eri tak ingin kesenian seperti ludruk, parikan, tari-tarian dan budaya khas Surabaya lain terlupakan begitu saja. Terutama di kalangan anak muda.

“”Saya berharap, di Alun-Alun Suroboyo maupun Balai Pemuda, itu jadi pusat cangkruke (tongkrongan) Arek Suroboyo. Jadi jangan hanya didatangi, kemudian tidak ada tampilan-tampilan budaya atau karya seni,”” sebut Eri.

Kepala Disbudporapar Surabaya Wiwiek Widayati menerangkan, sebelum pandemi Covid-19, di Balai Pemuda itu sudah ada Rumah Kreatif. Di Rumah Kreatif itu, Disbudporapar Surabaya menyediakan tempat pelatihan seni dan budaya, mulai tari, parikan, ludruk, musik dan sebagainya setiap Sabtu – Minggu (weekend).

Kata Wiwiek, para pemuda yang ada di Rumah Kreatif itu bukan sekadar dilatih, akan tetapi juga difasilitasi tempat untuk menampilkan seni dan budaya di Gedung Balai Budaya, Balai Pemuda.

“”Biasanya mereka latihan di selasarnya, ketika latihan, adik – adik itu dibimbing oleh mentor kami. Setelah itu, kami fasilitasi dan mereka tampil di Gedung Balai Budaya,”” kata Wiwiek.

Wiwiek menambahkan, Disbudporapar juga memberi kesempatan dan memberi fasilitas seniman lain untuk berkarya. Sehingga para seniman itu tidak hanya hanya tampil di Balai Pemuda, akan tetapi juga bisa di Jalan Tunjungan dan Taman Prestasi.

“”Ke depannya akan kita optimalkan lagi ya, agar mereka itu bisa berkreasi. Karena mereka kan juga membutuhkan suatu ruang untuk menyalurkan kreasinya,”” pungkasnya. (wh)

 ”

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments