Jadi Pilot Project, TPS Tingkatkan Koordinasi Dengan BI

Jadi Pilot Project, TPS Tingkatkan Koordinasi Dengan BI
foto. tps.co.id

Penerapan kewajiban penggunaan rupiah di wilayah RI yang berlaku per 1 Juli 2015 ini nampaknya bakal menjadi ujian baru bagi PT Terminal Petikemas Surabaya. Pasalnya, PT TPS dipilih menjadi pilot project pelaksanaan ketentuan tentang transaksi yang menggunaan rupiah untuk pelayanan jasa kepelabuhanan luar negeri.

Sebelum kebijakan BI itu diberlakukan, sudah ada protes dari para pelaku usaha Ekspor Impor. Untuk itu, sebelum pelaksanaan aturan baru itu diberlakukan pihak PT TPS sudah memberitahukan kepada para penguna jasa, apa saja hal-hal baru yang akan diterapkan pasca diberlakukan PBI tersebut.

“Kita akan koordinasi terus dengan Bank Indonesia. Terutama untuk terus meng-update pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar,” ujar Humas PT Terminal Petikemas Surabaya M Soleh, Senin (29/6/2015).

PT TPS juga mengimbau saat penerapan dilakukan pada 1Juli mendatang, transaksi yang dilakukan pada pelayanan jasa kepelabuhanan luar negeri di TPS sudah melakukan dengan rupiah. Hal itu mengacu Peraturan Bank Indonesia No 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di wilahah NKRI.

“Dasar perhitungan pembayaran dengan rupiah atas pelayanan jasa kepelabuanan dengan menggunakan tarif yang berlaku (tarif eksisting,red),” tegasnya.

Dimana tarif eksisting itu dikalikan dengan kurs jual Bank Indonesia satu hari kerja sebelumnya terhadap selesainya kegiatan atau vessel departure confirmation. Sedangkan mengenai piutang yang timbul sebelum 1 Juli 2015 dan belum diselesaikan maka pelunasannya tetap menggunakan mata uang asing.

“Kita sudah sampaikan kepada para pengguna jasa. Harapannya agar pemberlakuan PBI ini berjalan lancar,” jelasnya.

Disinggung apakah di area PT TPS bakal ada informasi khusus mengenai perkembangan terbaru pergerakan USD? Pihaknya menegaskan sejauh ini hal itu belum diperlukan. Namun yang pasti koordinasi dengan BI akan ditingkatkan agar pergerakan USD terhadap rupiah terus dimonitor. Sebab transaksi dengan menggunakan rupiah di area pelayanan jasa kepelabuhanna luar negeri pelaksanananya juga dimonitor oleh tim BI.

“Sementara cukup dengan kita melakukan koordinasi terus dengan BI,” pungkasnya. (wh)