Izin LCT Bojonegara-Bakauheni Dikembalikan ke Kemenhub

 

Izin LCT Bojonegara-Bakauheni Dikembalikan ke Kemenhub

Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan tidak lagi mengurusi, mengawasi, dan mengendalikan masalah izin trayek dan perlintasan kapal LCT (Landing Craft Tank/kapal pendarat) yang beroperasi di lintasan Bojonegara-Bakauheni.

‘’Soal izin perlintasan dan trayek  kapal LCT Bojonegara-Bakauheni itu dikembalikan ke Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan (KM) nomor 64/89,’’ kata Dirjen Perhubungan Laut Bobby R Mamahit kepada wartawan di kantornya, Jumat (26/9/2014).

Dalam KM nomer 64/89 menyebutkan, segala sesuatu yang berhubungan dengan angkutan sungai dan penyeberangan, antara lain pengawasan, pembinaan dan pemberian pengajuan trayek maupun perlintasan menjadi tugas Ditjen Perhubungan Darat

Bobby menjelaskan, pengoperasian dan dibukanya lintasan kapal LCT Bojonegara-Bakauheni pada 2012 dimaksudkan untuk mengurangi dan mengatasi kemacetan serta antrian di lintas Merak-Bakauheni.

“Waktu itu sifatnya sementara, untuk atasi antrian di lintasan itu. Sekarang sudah kondusif, dikembalikan ke Perhubungan Darat sesuai KM 64/89,” ujar Bobby.

Keputusan pengembalian soal izin dan perlintasan ke Perhubungan Darat itu diambil dalam rapat antara Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap) dengan Dirjen Hubla Bobby Mamahit, Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso, dan para direktur serta dihadiri INSA. Rapat berlangsung di Kemenhub, Kamis (25/9).

“Keputusan ini  hendaknya dilaksanakan oleh semua pihak karena sesuai dengan keputusan KM,” papar Bobby.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Umum Gapasdap Syarifudin Malarangan mengapresiasi keputusan tersebut. “Gapasdap mengikuti saja apa yang diputuskan pemerintah. Baik bagi pemerintah, baik pula bagi kami,” kata Syarifudin dihubungi terpisah.

Sebelumnya diberitakan,  pengusaha angkutan penyeberangan yang beroperasi di lintas Merak-Bakauheni s mengeluhkan keberadaan kapal  LCT yang beroperasi di lintas Bojanegara-Bakauheni.

Keberadaan kapal LCT menyebabkan perusahaan pelayaran yang beroperasi di lintas Merak-Bakauheni tidak akan mampu menutup biaya operasional. Gapasdap mengusulkan agar LCT dioperasikan di lintas yang tidak berimpit dengan lintas Merak-Bakauheni, yaitu lintas Bojanegara-Panjang. (wh)