Iuran BPJS Kesehatan Naik Rp 23 Ribu

Iuran BPJS Kesehatan Naik Rp 23 Ribu
foto: bpjs-kesehatan.go.id

Pemerintah menaikkan iuran peserta bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan menjadi Rp23.000 per bulan, dari yang sebelumnya Rp19.225 per bulan. Kenaikan ini akan berlaku untuk tahun depan. Kenaikan ini pun sudah dibahas oleh Kementerian Kesehatan dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), serta disetujui oleh Kementerian Keuangan.

“Oleh Kementerian Keuangan dinaikkan, di sidang kabinet sudah di tulis Rp23 ribu kan sebelumnya cuma Rp19.225,” kata Menteri Kesehatan Nila F Moelek di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2015).

Nila menambahkan, kenaikan iuran PBI ini diambil dari dana Kementerian Kesehatan. Disisi lain, dirinya memaparkan, alasan kenaikan iuran bagi peserta PBI. Menurutnya, hal ini dikarenakan BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran ketika iuran hanya sebesar Rp19.225 per bulan.

“Kemarin kan BPJS alami defisit memang perhitungan iuran Rp19.225 itu perhitungan dulu asumsi sebelum kita jalankan jaminan kesehatan nasional. Setelah kita jalankan satu tahun ini kita bisa lihat kita ada data jadi memang yang iuran Rp19.225 itu tidak mncukupi dalam hal ini dan kita harus sadar kita tidak pernah dijaga kesehatannya,” sebutnya.

Menurut Nila, kenaikan ini juga sebagai langkah antisipasi dari melonjaknya masyarakat Indonesia yang sakit. Pasalnya, dengan hadirnya BPJS Kesehatan membuat masyarakat tidak menjaga kesehatannya, karena akan dijamin oleh BPJS Kesehatan.

“Jadi kita keburu banyak yang sakit, jadi kita yang masuk rumah sakit itu cukup banyak, makanya ini diatur lagi dan tidak juga boleh nanti kita lihat lagi,” tukasnya. (oke)