ITS Pertemukan Startup Inovatif dengan Investor

ITS Pertemukan Startup Inovatif dengan Investor

Jajaran pimpinan ITS bersama para calon investor. foto:ist

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) semakin serius jadi kampus entrepreuner dengan mendukung berbagai inovasi para mahasiswanya. Kali ini, melalui acara Demoday Startup, ITS buktikan keseriusannya untuk mendukung pengembangan calon perusahaan rintisan berbasis teknologi (startup) buatan mahasiswanya.

Gelaran acara yang berlangsung secara hybrid di Hotel Swiss-Belinn Manyar ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Agus Muhammad Hatta PhD, Manager Senior Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) ITS Baroto Tavip Indrojarwo MSi, Manager Senior Akses Permodalan ITS Dr Machsus MT, serta jajaran pimpinan ITS terkait.

Acara tersebut mempertemukan startup inovatif buatan mahaiswa ITS dengan calon investor. Sebelas startup terpilih dari ILBI ITS akan mempromosikan berbagai produk dan jasa inovatifnya. Gelaran ini merupakan rangkaian acara dari program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

Dalam hal ini, Baroto menjelaskan, Demoday adalah ajang presentasi bagi para startup untuk memperkenalkan produk maupun jasanya, sekaligus untuk mempertemukan para startup dengan para calon investor. “Acara ini biasanya diadakan pada tiap akhir masa inkubasi startup,” imbuhnya, Kamis(16/6/2022).

Lebih lanjut Baroto menegaskan, Demoday ini merupakan kesempatan emas bagi para pendiri startup untuk mengenalkan produknya dan bertemu dengan para calon investor.

“Dalam ajang demoday ini diharapkan terjalin business matching di antara startup dengan investor, terkait akses permodalan, pemasaran, dan potensi sinergi bisnis lainnya,” ujarnya.

Adapun tiga startup dari ITS yang mendapat pendanaan dari CPPBT antara lain adalah SFPS, Tridiku, dan Lobstion. Tidak hanya itu, kesempatan juga terbuka bagi startup lainnya seperti CoFilm, CastForm, Tradeco, Cekka Studio, Kebon.ID, HOMEi, WeListen, dan Manufaktur Energi Nusantara (MEN).

“Para startup ini nantinya akan mempresentasikan pitch deck mereka dan memamerkan prototipenya di hadapan para juri dan calon investor,” papar Baroto.

SFPS merupakan startup yang menghasilkan produk inovatif berupa lampu morse cerdas otomatis dan terenkripsi untuk kapal perang berbasis image processing. Kemudian, Tridiku dengan produk inovatifnya berupa 3D Printer sebagai penyokong industri kreatif. Lobstion (Crustea) dengan produk inovatifnya di bidang teknologi berbasis Internet of Things (IoT) guna memenuhi kebutuhan budidaya udang lobster.

Adapun CoFilm merupakan startup yang menciptakan produk inovatif pelapis antivirus sebagai disinfektan permanen. CastForm dengan produk inovatifnya berupa gips ortopedi (castform) yang siap pakai dengan pola lipat unik. Sedangkan Tradeco dengan produk inovatifnya berupa aplikasi transaksi perdagangan internasional yang mudah dan aman untuk UKM dan importer.

Selanjutnya, Cekka Studio merupakan startup yang menciptakan produk inovatif di bidang inovasi desain produk kriya yang mengedepankan konsep sustainability. Sedang Kebon.ID dengan produk inovatifnya di bidang industri agrikultur urban, dan HOMEi dengan produk inovatif yang berfokus pada pekerjaan hunian dengan sistem manajemen kontruksi.

Sedangkan WeListen adalah startup yang menciptakan produk inovatif berupa aplikasi untuk menjadi wadah bagi klien yang sedang mengalami depresi untuk berbagi cerita dengan psikolog dan pendengar aktif dalam upaya mengurangi rasa depresi. Terakhir, MEN dengan produk inovatifnya berupa in wheel hub motor yang akan digunakan sebagai power train kendaraan listrik.

Berbagai pengusaha, asosiasi, instansi kedinasan, komunitas inkubator, dan industri terkait telah diundang untuk memeriahkan acara tersebut. Seperti Founder Quarto Group, Direktur Utama Teluk Lamong, Direktur Utama PT Sarana Jatim Ventura, CEO Cak Eko Group, Pengusaha Tambak Udang Sidoarjo, Direktur Utama PDAM Surabaya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim, dan masih banyak lagi.

Selain Demoday, terdapat pula talkshow bertajuk Investasi Startup Inovatif yang mendapuk para pelaku bisnis besar sebagai narasumber. Di antaranya, CEO Cak Eko Group Henky Eko Sriyantono ST MT, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Faruq Hidayat ST MMT, Direktur Utama PT Sarana Jatim Ventura Tri Agus Darmawan SE, dan Direktur Utama PDAM Surabaya Ir Arief Wisnu Cahyono. Beberapa di antaranya merupakan alumni ITS yang sukses mengembangkan usahanya. (wh)