ITS Lima Besar PTN Keterbukaan Informasi

ITS Lima Besar PTN Keterbukaan Informasi
foto: humas ITS Surabaya

Komisi Informasi Pusat (KIP) RI telah mengukuhkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai lima besar PTN Terbaik dalam Keterbukaan Informasi tahun 2015. Untuk itu, KIP menganugerahkan penghargaan atas prestasi ITS dalam penyediaan informasi secara terbuka terhadap publik tersebut di Istana Negara, Selasa 15 Desember 2015 yang lalu.

Kegiatan yang sudah kali kelima dilaksanakan oleh KIP RI ini mengacu pada Undang Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008. UU tersebut membahas tentang keterbukaan informasi publik dari badan publik dalam menjalankan kewajiban dan memberikan akses informasi publik ke masyarakat, melalui pengembangan metode dan instrumen pemeringkatan badan publik.

Pemeringkatan di sini memiliki beberapa tahapan. Pertama, tahap pengiriman kuesioner yang ditujukan kepada pimpinan badan publik, lalu ada tahap verifikasi situs atau portal dan softcopy data dukung oleh tim penilai KIP. Setelah dua tahapan ini, selanjutnya diambil 20 badan publik terbaik sesuai kategori dengan nilai tertinggi untuk melakukan tahap verifikasi lanjutan acak.

ITS telah berhasil masuk ke tahap akhir, yaitu visitasi badan publik. Artinya perguruan tinggi ini merupakan 10 besar badan publik terbaik dengan nilai tertinggi untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Untuk itu, tim asesor dari KIP pun melakukan visitasi ke kampus ITS untuk melihat secara langsung keterbukaan informasi yang dilakukan di kampus teknologi ini.

Terdapat empat indikator penilaian untuk menentukan pemeringkatan ini. Empat indikator itu adalah mengumumkan informasi publik, menyediakan informasi publik, pelayanan informasi publik, serta pengelolaan dan pendokumentasian informasi publik.

“Dalam empat indikator ini, saya merasa ITS sudah sangat terbuka penyampaian informasinya,” kata Dr Dra Agnes Tuti Rumiati MSc, Sekretaris ITS, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/12/2015).

Dengan skala penilaian 0-100, ITS sendiri mendapatkan poin 45,560. Bermodal nilai tersebut, ITS mampu menyabet peringkat lima nasional kategori PTN. “Mungkin salah satu keunggulannya, ITS saat ini sudah mampu meluncurkan 52 aplikasi untuk melayani informasi publik,” tutur mantan Staf Khusus Mendikbud Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan ini.

Menurut Agnes Tuti, mendapatkan peringkat lima keterbukaan informasi ini merupakan salah satu peningkatan kinerja stakeholder ITS. Pasalnya, tahun lalu ITS sempat absen di pemeringkatan kegiatan ini. “Peringkat lima tidak bisa dibilang sesuatu yang buruk, karena tidak semua perguruan tinggi berkenan untuk mengikuti penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Agnes.

Menurutnya, ada dua kemungkinan mengapa ITS ditempatkan di posisi lima. Yang pertama, memang ada hal yang belum dilakukan ITS terkait keterbukaan informasi, dan yang kedua, ITS sudah melakukannya namun pihak penilai tidak melihatnya. “Di ITS segala sesuatu perihal manajemen bisa diketahui dan dibuka oleh publik, oleh karena itu kami juga sedikit heran titik kurangnya di mana,” ucap dosen Statistika ITS ini.

Sayangnya, pihak KIP RI tidak secara terbuka memberikan detail penilaian, sehingga dari pihak ITS tidak mengetahui dengan jelas kekurangan keterbukaan informasinya. “Setelah ini, kami akan menemui panitia untuk meminta langsung catatan kekurangan ITS agar tahun depan kami bisa lebih baik,” ungkapnya.

Untuk pemeringkatan keterbukaan informasi kategori PTN, ITS berada di bawah Universitas Indonesia (UI), peringkat empat. Lalu ada Universitas Padjajaran (Unpad), peringkat tiga dan Universitas Gadjah Mada (UGM), peringkat dua. Peringkat satu diduduki oleh Universitas Brawijaya (UB). “Tahun depan ITS punya target peringkat satu, minimal kita harus masuk tiga besar,” tandas Agnes. (wh)