ITS Lantik 47 Insinyur Baru Lulusan PSPPI

ITS Lantik 47 Insinyur Baru Lulusan PSPPI

foto:humas its

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melantik 47 insinyur baru. Pelantikan insinyur lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) ITS yang kali pertama dilakukan secara terpisah dari prosesi wisuda ini berhasil digelar secara daring, Sabtu (14/11) ini.

Prosesi pelantikan lulusan PSPPI ITS kali ini berlangsung cukup haru. Setelah menempuh program yang berlangsung selama enam bulan, akhirnya mahasiswa ITS yang mengikuti PSPPI ini berada di penghujung proses dan berhasil mendapatkan gelar insinyur.

Mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program studi ini total sebanyak 47 orang. Dengan rincian, sebanyak 26 orang dari lulusan semester gasal dan 21 orang dari lulusan semester genap 2019/2020.

Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS yang turut hadir menyampaikan ucapan selamat kepada para insinyur yang baru dilantik. “Saya harap setelah menjadi insinyur, rekan-rekan semua dapat lebih leluasa dalam mengabdikan diri untuk bangsa dan negara, khususnya di dunia profesionalisme,” pesannya.

Dalam sambutannya, Adi juga mengatakan agar setelah ini para lulusan dapat menjadi anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Dengan begitu, semua bisa bergerak dalam satu naungan asosiasi untuk bersama membangun negeri. “Kami juga memohon kepada rekan-rekan untuk selalu mengingat almamater kita, yaitu ITS dan selalu menjaga nama baik, serta mengharumkan namanya,” ungkapnya.

Pelantikan kali ini juga spesial dihadiri oleh ketua PII Wilayah Jatim Prof Dr Ir H Mohammad Bisri MS IPU. Ia menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada ITS yang selalu aktif meluluskan insinyur setiap tahunnya. “Kami menerima dengan baik para insinyur lulusan ITS menjadi keluarga besar PII Wilayah Jatim dan semoga kita semua bisa sama-sama mengabdikan diri untuk membangun bangsa, khususnya di wilayah Jatim,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, Bisri menjelaskan bahwa insinyur sangat dibutuhkan oleh Indonesia. “Di Jatim akan terdapat sekitar 218 proyek strategis nasional selama beberapa tahun terakhir bernilai sekitar Rp 292,4 triliun,” terang Bisri.

Ia pun menambahkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dibutuhkan 2,5 juta insinyur pada tahun 2030 nanti.
Namun, Bisri menyayangkan karena saat ini untuk wilayah Jatim hanya lima perguruan tinggi yang aktif menghasilkan lulusan insinyur, termasuk ITS, dengan rata-rata 1.000 insinyur per tahun. “Sangat jauh dari target, jadi saya sangat berharap agar ITS sebagai kampus teknologi terus aktif dan menambah lulusan insinyur ke depannya, dan juga sama-sama dapat menjadi garda terdepan untuk pembangunan Indonesia,” pungkas Bisri. (wh)