ITS Dukung Bakamla Melalui Inovasi Bidang Maritim

ITS Dukung Bakamla Melalui Inovasi Bidang Maritim

foto:humas its

Untuk membuktikan komitmennya dalam memajukan bidang kemaritiman di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghelat kuliah umum (_studium generale_) yang menghadirkan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman SE, Jumat (8/2/2019).

Kuliah yang dihelat di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat ITS tersebut mengambil tema “Potensi Ancaman dan Kondisi Pengamanan Wilayah Laut Indonesia”. 

Wakil Rektor IV ITS bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian dan Hubungan Internasional Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc menjelaskan, sejumlah inovasi yang telah dilakukan ITS di bidang maritim.

“ITS siap mendukung Bakamla dengan terobosan-terobosan teknologinya yang bisa membantu peningkatan Bakamla dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan laut di Indonesia,” katanya.

Laksamana Madya (Laksdya) Achmad Taufiqoerrachman membuka sesi studium generale dengan menyampaikan keadaan laut di Indonesia. Dikatakannya, Indonesia memiliki luas wilayah laut yang besar, garis pantai yang panjang, lalu lintas laut yang padat, dan secara geografis memiliki letak yang strategis karena berada di antara dua samudera dan dua benua. 

Akibatnya, lanjut Taufiq, Indonesia memiliki potensi yang besar, namun juga diikuti dengan ancaman yang besar tentunya. Namun, keadaan saat ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mengalami ketertinggalan di bidang maritim, utamanya pada bidang teknologi yang dimiliki.

“Laut itu tidak bisa dipagari dan diduduki, laut hanya bisa dikendalikan,” tandas Taufiq. 

Namun, menurut mantan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) ini, pengendalian wilayah laut sangatlah sulit, karena tidak ada tempat untuk bersembunyi seperti di daratan. Oleh karena itu, cara yang paling ampuh untuk mengendalikan laut adalah melalui jaringan informasi yang akurat. Teknologi yang dimiliki Indonesia masih sangatlah kurang di bagian penyampaian informasi.

“Lambatnya informasi tentu memperlambat pula aksi yang dapat dilakukan oleh Bakamla,” keluhnya.

Taufiq juga menjelaskan problematika yang dihadapi Bakamla dalam pengamanan laut. Ancaman berupa _illegal fishing_ dan penyelundupan diprediksi menjadi permasalahan yang masih akan terjadi di tahun 2019 ini. Penyelundupan yang pernah ditemuinya salah satunya adalah penyelundupan narkoba seberat puluhan ton. Pria asal Sukabumi itu pun mengakui bahwa ia pernah gagal menangkap penyelundupan, karena para oknum tersebut meningkatkan kapasitas kecepatannya.

Dalam akhir kuliahnya, mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) ini berencana akan bekerja sama dengan ITS untuk menunjang kinerja Bakamla melalui inovasi-inovasi dari ITS. “Saya sangat senang bisa berkunjung kemari (ITS, red), terlebih saya menjadi tahu inovasi-inovasi dari ITS yang sangat memungkinkan untuk diajak kerjasama guna meningkatkan kinerja kami,” pungkas dia.(wh)