ITS dan LLDIKTI IX Sulawesi Sepakati Nota Kerja Sama

ITS dan LLDIKTI IX Sulawesi Sepakati Nota Kerja Sama

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang peningkatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD dan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Jasruddin MSi di Hotel Four Points Sheraton, Makassar, Selasa (19/3) malam.

Dalam sambutannya, Prof Joni Hermana memaparkan mengenai adanya konsorsium jaringan perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia atau yang dikenal dengan Eastern Part of Indonesia University Network (EPI-UNET) di hadapan para undangan yang mayoritas pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Sulawesi.

Pria yang akrab disapa Joni ini menambahkan, bahwa di masa-masa digital saat ini dibutuhkan kerja kolaboratif. Karena kolaborasi merupakan cara bagi ITS untuk meningkatkan produktivitas yang telah terbukti dengan meningkatnya jumlah penelitian di ITS. Oleh karena itu, ITS membuka lebar kesempatan berkolaborasi dengan siapa saja untuk menciptakan hal yang lebih besar.

“Kita ingin agar apa yang sudah kita raih selama ini juga bisa bermanfaat buat yang lainnya, khususnya sesama perguruan tinggi di bagian timur Indonesia, karena itu adanya EPI-UNET ini diharapkan bisa menjadi sarana kita untuk bekerja sama dan menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk masyarakat,” papar guru besar Teknik Lingkungan ini.

Sementara itu, Prof Jasruddin mengatakan dalam sambutannya, kerjasama antara LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi dengan ITS ini hanyalah bagian untuk membuka jalan bagi perguruan tinggi di Sulawesi. Oleh karena itu, dengan terjalinnya kerjasama ini diharapkan perguruan tinggi di Sulawesi, terutama yang swasta, bisa masuk di dalam konsorsium tersebut.

“Ke depan, akan kita dorong bagi para perguruan tinggi di wilayah IX Sulawesi untuk mengambil spesifikasi yang paling possible untuk dikembangkan,” ujarnya.

Pria yang kerap disapa Prof Jas ini menambahkan, spesifikasi tersebut khususnya dari program-program EPI-UNET yang sudah lama didengar dan juga banyak disiarkan di media-media massa. Ia menilai ITS sangat intens dengan hal itu, sehingga LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi memilih konsorsium perguruan tinggi yang aktif ini. 

“ITS mau membuka diri, ini merupakan kesempatan emas buat kami khususnya LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi yang sedang bekerja keras untuk membuka peluang-peluang agar perguruan tinggi yang swasta bisa maju,” ungkapnya.

Sekarang ini, menurut Prof Jas, jika hanya tandatangan MoU tidak akan ada gunanya, karena implementasi yang menjadi penting.

“Oleh sebab itu, tidak ada jalan bagi perguruan tinggi kecuali masuk konsorsium lalu lakukan apa yang bisa anda lakukan, prioritaskan apa yang bisa diprioritaskan, tidak perlu banyak tapi anda harus mulai,” imbuhnya.(wh)

Marketing Analysis 2018