Isu Pertamina Akuisisi Bawa Saham PGN Melemah

Isu Pertamina Akuisisi Bawa Saham PGN MelemahSekretaris Perusahaan Gas Negara (PGN) Heri Yusup mengatakan Kementerian BUMN saat ini bertindak selaku kuasa pemegang saham seri A dwiwarna BUMN sektor energi itu.

Menanggapi pemberitaan di sejumlah media, dia menegaskan dalam menjalankan aksi korporasi berupa penggabungan atau peleburan usaha, perseroan akan melaksanakannya sesuai ketentuan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

“Apabila aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan, perseroan akan melaksanakannya sesuai dengan ketentuannya,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/1/2014).

 

PGN akan menyampaikan informasi kepada pemangku kepentingan (stakeholders) apabila telah terdapat kepastian untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut.

 

Bumbu Pelengkap

 

Wacana penggabungan usaha antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) dianggap sebagai bumbu pelengkap pelemahan harga saham emiten berkode PGAS.

 

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan sejak munculnya isu tersebut pada pertengahan November 2013, harga saham PGAS cenderung melemah. Berdasarkan pantauan  dalam sebulan terakhir, saham PGAS terpantau turun 6,63 persen.

 

Dia mengatakan penyebab utama pelemahan saham BUMN gas itu memang karena terbawa sentimen negatif dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang juga tertekan.

 

“Tetapi, adanya wacana merger dan akuisisi dari Pertagas juga ikut menjadi bumbu pelengkap pelemahan saham PGAS,” ujarnya, Kamis (19/12/2013). (bis/bh)