Isu Kerusuhan Dolly Hanya Isapan Jempol

 

Isu Kerusuhan Dolly Hanya Isapan Jempol

Isu yang merebak akan adanya kerusuhan di eks lokalisasi Dolly dan Jarak oleh segelintir orang yang mengatasnamakan Front Pekerja Lokalisasi (FPL), ternyata palsu. Pantauan enciety.co , Rabu (9/7/2014), suasana kondusif masih terjaga dengan baik.

Bahkan untuk menjaga kondusivitas, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini harus turun dan memantau secara langsung kondisi terakhir kawasan bekas tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Tadi malam (Selasa, 8/7/2014) saya pantau dan kondisi kondusif. Selepas itu pagi tadi pukul 04.00 saya kembali memantau lewat HT petugas di lapangan bilang kalau baik-baik saja,” Katanya.

Untuk melihat keadaan lapangan, Risma juga mengaku bahwa dirinya bersama staf terus keliling ke seluruh kawasan Surabaya, tidak hanya eks Dolly dan Jarak saja. “Semua kami pantau. Selepas sahur kami keliling dan terlihat semua tempat masih aman,” ujarnya.

Suryono selaku Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) 71 Putat Jaya menjelaskan, kerusuhan oleh FPL hanya isu semata. “Informasi sebelumnya memang seperti itu, tapi sampai saat ini suasana tetap aman. Dan isu tersebut tidak mempengaruhi kondusivitas pemungutan suara di sini,” tuturnya.

Sementara itu, terpantau meskipun terbilang sepi dan kondusif, namun untuk jaga-jaga terlihat setiap TPS di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak dijaga oleh satu atau dua orang polisi. “Ya selain hansip juga ada bantuan penjagaan dari polisi. Intinya di sini tetap kondusif,” tambah Suryono.

Sampai Rabu siang, sebelum proses pemungutan suara selesai, kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak masih terpantau sepi dan lengang dari kendaraan. Beberapa warga sekitar juga justru memanfaatkan momen libur pilpres dengan bersosialisasi dengan warga lainnya di depan TPS masing-masing. (wh)