Israel Makin Brutal, Sehari 100 Warga Gaza Terbunuh

 

Israel Makin Brutal, Sehari 100 Warga Gaza Terbunuh

Sedikitnya 100 warga Gaza dan 13 tentara Israel tewas dalam pertempuran Minggu (21/7/2014) waktu setempat  dalam  serangan  darat yang dilakukan  Israel di  Gaza City.  Jumlah korban dalam pertempuran satu hari itu — menginjak hari ketiga ofensif Israel — adalah yang terbesar selama lima tahun terakhir. “Hanya dalam satu hari, 13 tentara dari Brigade Golani Angkatan Bersenjata Israel (IDF) terbunuh dalam pertempuran di Jalur Gaza,” bunyi pernyataan Israel seperti dikutip kantor berita AFP.

Dengan demikian, sampai saat ini 18 tentara Israel telah terbunuh dalam serangan darat sejak konflik bermula Kamis malam pekan lalu. Ini merupakan korban terbesar di kubu Israel sejak perang Lebanon 2006.

Minggu malam, pasukan Hamas mengklaim telah menangkap seorang tentara Israel dan memicu perayaan di jalanan Gaza dan Tepi Barat. “Tentara bernama Shaul Aaron berada di tangan Brigade Qassam,” kata juru bicara Hamas, Abu Obeida, di televisi.

Lebih dari setengah korban tewas di kubu Palestina terbunuh dalam serangan Israel yang dimulai menjelang fajar Minggu kemarin di Shejaiya, dekat kota Gaza. Setidaknya 62 orang tewas dan 250 lainnya terluka dalam serangan itu. Bangunan-bangunan runtuh atau terbakar di sepanjang jalan usai serangan tersebut.

Di tengah berkecamuknya perang, Presiden Palestina Mahmud Abbas tiba di Qatar untuk merundingkan gencatan senjata dengan pimpinan Hamas Khaled Meshaal. Sekjen PBB Ban Ki-moon menyusul datang untuk mendesakkan dihentikannya pertempuran.

Untuk diketahui, otoritas Palestina dan Hamas memang tidak bisa dibilang akur selama ini dan masing-masing memiliki kewenangan sendiri. “Saya menyerukan dilakukannya sesi darurat di Dewan Kemanan PBB,” kata Abbas seperti diberitakan televisi Palestina.

“Apa yang dilakukan pasukan pendudukan di Shejaiya hari ini merupakan kejahatan kemanusiaan. Mereka yang melakukan itu tak boleh lolos dari hukuman,” tegasnya.

Sementara itu Sekjen PBB mengecam serangan di Shejaiya dan mendesak Israel agar menghentikan ofensifnya. “Sudah terlalu banyak warga tak bersalah yang tewas dan hidup dalam ketakutan,” kata Ban di Doha, Qatar.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan jatuhnya korban sipil ini ke Hamas, yang dia katakan memanfaatkan orang-orang tak bersalah sebagai “tameng manusia.” Dia juga berdalih serangan Israel mendapat dukungan internasional. “Kami melakukan aktivitas yang rumit, dalam dan intensif di Jalur Gaza dan ada dukungan dunia untuk ini… dukungan yang sangat kuat,” ujarnya.

Serangan Israel dimaksudkan untuk menghancurkan jaringan terowongan yang dipakai para militan untuk melakukan serangan lintas perbatasan.

Amerika berulangkali menyatakan dukungannya atas “hak Israel membela diri” dari serangan roket yang ditembakkan dari Gaza, namun Presiden Barack Obama menyatakan keprihatinannya atas jatuhnya banyak korban, saat berbicara di telepon dengan Netanyahu.

Menlu AS John Kerry menyalahkan Hamas karena memulai konflik ini dan sikap “keras kepala” Hamas untuk melakukan gencatan senjata. “Dengan sikapnya itu, Hamas telah mengundang aksi lanjutan oleh Israel,” kata Kerry. Komentar ini segera memicu kemarahan dari Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang menuduh Israel membunuh warga Gaza tanpa ampun . (bst/ram)