Israel Larang Amnesty International Masuk Gaza

 

Israel Larang Amnesty International Masuk Gaza

Pemerintah Israel melarang pekerja Amnesty International dan Human Rights Watch (HRW) untuk memasuki Jalur Gaza, Palestina. Israel sengaja mencegah para pekerja HAM itu untuk menyelidiki tuduhan kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza.
 
Kedua organisasi HAM itu gagal untuk mendapatkan izin dari Administrasi Sipil Israel untuk memasuki Gaza sejak 7 Juli 2014.
 
Pemerintah Israel menyatakan, ada dua alasan mereka melarang dua organisasi HAM itu untuk memasuki Gaza. Pertama, perbatasan penyeberangan Erez, penghubung Israel dan Jalur Gaza memang ditutup. Kedua, kedua organisasi HAM itu bukan organisasi yang masuk kelompok penyalur bantuan kemanusiaan yang disetujui Menteri Sosial Israel.
 
Namun, media Israel, Haaretz, pada Selasa (19/8/2014) melaporkan bahwa, penyeberangan Erez sebenarnya dibuka. Baik itu untuk wartawan, pekerja PBB maupun pekerja medis untuk Palestina. Pembukaan penyeberangan Erez bahkan dimulai sejak Israel meluncurkan invasi dengan nama “Operation Protective Edge” pada 8 Juli 2014.
 
Selain itu, menurut Koordinator Kegiatan Pemerintah Daerah (COGAT) Israel aturan larangan masuk bagi kelompok-kelompok yang belum diakui sebagai kelompok yang ingin masuk ke Gaza bisa dikecualikan. 
 
”Kewenangan menyatakan bahwa kelompok-kelompok yang belum diakui dapat mengajukan permintaan yang luar biasa yang akan dipertimbangkan dalam kebijakan yang berlaku berdasarkan situasi politik dan keamanan,” demikian laporan media Israel tersebut mengutip keterangan COGAT.
 
Perwakilan HRW menyatakan, bahwa mereka dilarang memasuki Gaza melalui penyeberangan Erez sejak tahun 2006. Sedangkan perwakilan Amnesty, telah dipilih untuk ditolak masuk ke Gaza sejak Juni 2012.
 
Namun, kedua kelompok itu mampu masuk ke Gaza melalui penyeberangan perbatasan antara Rafah dan Mesir. Itu pun hanya sampai batas waktu saat pemerintah Mohamed Morsi digulingkan militer tahun 2013. Sejak itu, Mesir tidak mengeluarkan izin penggunaan jalur tersebut.
 
Direktur EksekutifAmnesty Internasional di Israel, Yonatan Gher, telah diberitahu bahwa kelompoknya tidak dapat didaftarkan ke Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Sosial Israel. Alasannya, kelompoknya tidak memenuhi syarat sebagai organiasi kemanusiaan penyalur bantuan. (snd/ram)