Israel-Hamas Saling Tebar Ancaman

Israel-Hamas Saling Tebar Ancaman
foto:yemenfox.net

Perpanjangan gencatan senjata selama lima hari dalam posisi di ujung tanduk atau kritis, karena akan segera berakhir. Parahnya, Hamas dan Israel belum mencapai kesepakatan dan justru saling mengancam.
 
Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, dalam pawai solidaritas perlawanan Palestina di Rafah, menuduh Israel sengaja mengulur-ulur waktu untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang. Dia menegaskan, tidak ada gencatan senjata tanpa pencabutan blokade Israel atas Jalur Gaza. “Entah kita memiliki kesepakatan yang memenuhi tuntutan kami, atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” katanya.
 
”Israel tidak akan menikmati rasa aman sampai orang-orang kami (terbebas) dan pengepungan benar-benar dicabut,” ancam Zuhri, sebagaimana dikutip kantor berita Ma’an. “Israel harus siap atas konsekuensi dari kegagalan untuk kesepakatan (damai),” lanjut dia.
 
Ancaman tidak akan memberikan rasa aman bagi Israel itu disampaikan pada hari keempat gencatan senjata dengan Israel.  Tidak mau kalah, pihak Israel pun mengancam Hamas. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel tidak akan menyetujui gencatan senjata jangka panjang di Gaza, kecuali kebutuhan rasa aman rakyat Israel terpenuhi.

”Delegasi Israel di Kairo bertindak dengan mandat yang sangat jelas untuk berdiri tegak pada kebutuhan keamanan Israel,” kata Netanyahu. ”Jika Hamas berpikir itu akan membuat kerugian militer Israel dengan diplomasi politik, itu salah.”  ”Jika Hamas berpikir bahwa dengan melanjutkan gerimis roket itu akan memaksa kita untuk membuat konsesi, itu salah,” lanjut Netanyahu.

Israel berkeras untuk melucuti senjata Hamas sebagai syarat gencatan senjata jangka panjang. ”Kita harus berkeras soal demiliterisasi,” ujar Menteri Intelijen Israel, Yuval Steinitz. (snd/ram)