Israel-Hamas Gencatan Senjata 5 Jam

 

Israel-Hamas Gencatan Senjata 5 Jam

Israel dan Hamas sepakat untuk menghentikan pertempuran selama lima jam sesuai permintaan PBB demi jeda “kemanusiaan”. Jeda ini menjadi kabar gembira setelah keduanya terlibat pertempuran sengit selama sembilan hari. Diharapkan, jeda “kemanusiaan” itu bisa diteruskan hingga tidak terjadi lagi pertempuran.

Pemboman yang dilakukan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 200 warga Palestina, termasuk empat anak laki-laki yang tewas di pantai Rabu (16/7/2014) oleh peluru yang ditembakkan dari sebuah kapal angkatan laut.

Israel mengatakan akan menghentikan serangan mulai Kamis (17/7/2014) pukul 10.00 waktu setempat. Jeda itu untuk memberi kesempatan bagi warga Palestina guna memperlengkapi makanan, air, dan kebutuhan lainnya. Tapi, Israel bersumpah akan membalas dengan “tegas dan keras” jika Hamas atau kelompok militan lainnya melancarkan serangan terhadap Israel selama waktu jeda itu.

Sementara itu, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan, setelah konsultasi dengan berbagai faksi militan Gaza, mereka memutuskan untuk menghormati jeda “kemanusiaan” itu. Mereka juga dan akan menahan diri untuk menembakkan roket selama waktu jeda.

Sebelumnya, Robert Serry, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, telah meminta Israel untuk menyetujui “jeda kemanusiaan sepihak” sehingga pasokan dapat dikirim ke Gaza. Demikian disampaikan wakil juru bicara PBB Farhan Haq. “Serry juga akan mendesak pihak di Gaza untuk menghormati jeda itu,” kata Haq.

Israel sebelumnya telah menghentikan serangan selama enam jam pada Selasa (15/7/2014) lalu sesuai usulan gencatan senjata yang diajukan Mesir. Tapi, usulan itu ditolak Hamas. (bst/ram)