ISNU Anggap Alasan Diundurnya Munas NU Wajar

 

ISNU Anggap Alasan Diundurnya Munas NU Wajar

Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menunda Musyawarah Nasional (Munas) dengan alasan menunggu masa transisi pemerintahan baru dianggap hal yang wajar.

Hal itu dituturkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) JatimMuhammad Dawud yang menganggap sikap PBNU dianggap bijak dan relevan. “Saya yakin keputusan kiai itu untuk kebaikan warga Nahdiyin dan rakyat,” katanya kepada enciety.co, Rabu (27/8/2014).

Dawud menilai, keputusan PBNU dianggap tepat. Pihaknya juga menampik jika keputusan penundaan Munas dilakukan lantaran terpengaruh dengan politik praktis menjelang dilantiknya pasangan Jokowi Widodo-Jusuf Kalla, Oktober mendatang.

“Saya kira, masa transisi pemerintahan baru tidak menjadi dampak secara politis kepada internal NU. Karena saya yakin PBNU itu independen dan tidak bergantung pada pemerintah,” ujarnya.

Dawud justru menilai dengan ditundanya Munasmembuat persiapan Munas makin matang. “Saya kira PBNU memutuskan untuk menunda agar persiapan Munas nantinya lebih matang untuk menentukan pemimpin NU ke depannya,” akunya.

Selain itu, menurut Dawud, rakyat juga sekarang sedang diresahkan dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah di Indonesia. “Jadi NU menghormati rakyat yang sedang kesusahan mencari BBM. Apalagi ada juga rencana dinaikannya harga BBM,” katanya.

Pihaknya juga membantah jika keputusan penundaan Munas NUdikarenakan menunggu hasil Mukthamar PKB pada 31 Agustus mendatang.

“Meski PKB dan NU secara ideologis erat tapi kami berjalan sendiri-sendiri dan tidak bergantung pada PKB. Secara struktural juga jelas bahwa NU bukan partai politik dan tidak ada hubungannya dengan partai politik,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Munas ISNU sedianya diselenggarakan pada 30-31 Agustus 2014 diundur menjadi 1-2 November 2014 dengan alasan menunggu masa transisi pemerintahan baru. Hal itu ditegaskan oleh Rais Aam PBNU, KH Mustofa Bisri seusai rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah di lantai 5 gedung PBNU, Rabu (27/8/2014).

Hadir pula dalam rapat penundaan Munas tersebut ketua umum KH Said Aqil Siroj, Waketum PBNU H As’ad Said Ali, dan Katib PBNU Aam KH Malik Madany. (wh)