Iran Hukum Mati Triliuner Babak Zanjani

Iran Hukum Mati  Triliuner Babak Zanjani
foto: bbci.co.uk

Pengusaha triliuner Babak Zanjani dihukum mati karena korusi.  Demikian keterang yang dirilis pihgak berwenang Iran, yang ditulis Selasa (8/3/2016).  Zanjani ditangkap pada Desember 2013 dengan tuduhan bahwa dia menahan miliaran dolar hasil penjualan minyak yang disalurkan lewat berbagai perusahaannya.

Dia divonis bersalah melakukan penipuan dan kejahatan ekonomi, dan dihukum mati bersama dua terdakwa lainnya ditambah ganti rugi dana yang digelapkan. Mereka masih bisa mengajukan banding atas vonis tersebut.

Zanjani, salah satu orang terkaya di Iran, telah masuk daftar hitam Amerika Serikat dan Uni Eropa karena membantu Iran menghindari sanksi perdagangan minyak yang diterapkan ketika itu.

Dia telah mengakui menggunakan jaringan perusahaannya di Uni Emirat Arab, Turki dan Malaysia untuk menjual jutaan barel minyak Iran atas nama pemerintah sejak 2010.

Sebelum ditangkap, Zanjani mengklaim bahwa adanya sanksi internasional membuat dia tidak bisa menyerahkan dana lebih dari USD 1,2 miliar (Rp 15,6 triliun) sebagai utang kepada pemerintah.

Namun dalam persidangan, jaksa mengatakan dia masih berutang lebih dari USD 2,7 miliar (Rp 35 triliun) hasil penjualan minyak. Dia ditangkap sehari setelah Presiden Hassan Rouhani memerintahkan perang melawan “korupsi finansial” khususnya oleh orang-orang penting yang memiliki hak istimewa dan “mengambil keuntungan dari sanksi ekonomi” yang ditanggung Iran.

Sanksi internasional terhadap Iran dicabut pada Januari 2016 setelah badan atom PBB mengatakan Iran memenuhi semua persyaratan untuk tidak memproduksi senjata nuklir. (afp)