IPB Kembangkang Mie Sehat Berbahan Jagung

IPB Kembangkang Mie Sehat Berbahan Jagung
foto: ipb.ac.id

Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan mi instan berbahan baku tepung jagung. Produk ini kemudian dinamakan Mi Kujang (Mi Kuning Jagung) oleh para mahasiswa, yang menamakan diri PT Dimmiekado Dramaga. “Ini sebenarnya dibuat sebagai inovasi makanan sehat dan diversifikasi pangan. Selama ini kita tahu, masyarakat terlalu banyak konsumsi nasi dan mi, tapi mi kebanyakan dibuat dari tepung terigu. Sedangkan, tepung terigu dibuat dari 100 persen gandum,” jelas Kevin Adrianus Engel, yang juga menjadi Marketing Manager PT Dimmiekado Dramaga.

“Jagung memilki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi. Mi Kujang diolah dari bahan baku tepung jagung, tanpa tambahan tepung terigu sama sekali. Mi ini bebas gluten, serta memiliki aroma dan rasa khas jagung,” tambah Kevin.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi, katanya, cepat menaikkan gula darah, sedangkan mi jagung mampu menurunkan resiko diabetes. Produk ini dinilai bagus untuk penderita autisme, mengingat mereka harus menjalani diet gluten.

Kevin menambahkan, alat utama yang digunakan adalah mesin ekstruder pemasak-pencetak. Mesin ini mengandalkan gaya geser dan panas, sehingga bahan tergelatinisasi dan menyebabkan pecahnya granula. “Sehingga ketika suhunya turun, terjadi retrogradasi yang membuat teksturnya menyerupai mi terigu biasa,” ungkapnya.

Mi Kujang sendiri, kata dia, merupakan pengembangan dari penemuan mi jagung oleh dosen Teknik Pangan IPB, Dr Tjahja Muhandri dan Ir Subarna. Saat ini, produksi yang dilakukan ada pada skala laboratorium, yang dibagi menjadi produk siap masak (ready to cook) dan siap saji (ready to eat).

Agar lebih menarik konsumen, Mi Kujang diolah dengan tiga varian rasa, yaitu saus bolognese, saus semur daging, dan saus spicy tuna. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 9.000 – Rp 12.000 per bungkus. (bst)