Investor Denda Pedagang Pasar Turi Rp 135 M

Investor Denda Pedagang Pasar Turi Rp 135 M
Para pedagang Pasar Turi berunjuk rasa di Balai Kota Surabaya, Rabu (24/9/2014).

Sekitar 4.500 pedagang Pasar Turi mengaku didenda pihak pengembang Pasar Turi, PT Gala Bumiperkasa hingga mencapai Rp 135 miliar. Padahal pembangunan Pasar Turi belum dirampungkan.

Seperti dialami Nawawi, pedagang yang mengaku mendapatkan denda dari PT Gala Bumiperkasa hingga mencapai Rp 56 juta.  “Pada tanggal 2 Agustus 2013 lalu saya memesan stan di Blok A1 lantai 4 Pasar Turi. Saya sudah membayar DP (down payment) sebesar 20 persen dari total harga stand sebesar 169 juta,” ujarnya.

Dijelaskan Nawawi, pihaknya mengaku telah mengangsur DP sebesar Rp 5 juta hingga beberapa kali. Totalnya DP yang telah dibayarkan Nawawi mencapai Rp 33,8 juta.

“Seharusnya saya hanya membayar biaya stan sebesar Rp 169 juta saja. Tapi karena ada denda yang diberlakukan PT Gala Bumiperkasa, saya harus membayarnya hingga mencapai Rp 225 juta,” ungkapnya.

Menurut Nawawi denda yang diberlakukan PT Gala Bumiperkasa tidak jelas. Ini lantaran, saat sejumlah pedagang hendak melunasi harga stan tidak diperbolehkan.

”Mereka menyodorkan perjanjian baru dan kami tidak boleh melunasi, tapi harus tetap membayar denda keterlambatan sejak Mei 2013 hingga September 2014,” sesalnya.

PT Gala Bumiperkasa lantas mengirimkan surat yang menerangkan bahwa Nawawi dikatakan gugur untuk mendapatkan stan.  Dari surat pemberitahuan yang diterbitkan pada 3 September 2014 itu dijelaskan pihak PT Gala Bumiperkasa akan mengembalikan seluruh uang yang telah dibayarkan Nawawi sebelumnya. “Buktinya uang saya tidak bisa kembali,” sesal Nawawi.

Sementara itu, sejumlah pedagang lain, seperti Muhammad Iswanto mengaku mendapatkan denda hingga mencapai Rp 30 juta dari PT Gala Bumiperkasa. Padahal saat Muhammad mau melunasi semua biaya stan pihak PT Gala Bumiperkasa mengaku sudah menutup pembayaran.

“Mereka menerbitkan pemberitahuan di sejumlah surat kabar di Surabaya sejak 16 Maret 2013 hingga 14 Juni 2013 bahwa masa tenggat pembayaran stan Pasar Turi berakhir hingga 31 Mei 2013. Kalau tidak maka akan didenda,” ujarnya.

Muhammad menyayangkan sikap PT Gala Bumiperkasa yang dianggap secara sepihak memberlakukan denda yang tidak sesuai kesepakatan sebelumnya. “Pada surat perjanjian sebelumnya tidak ada itu, eh ternyata saya mendapatkan denda Rp 30 juta,” sesalnya.

Berdasarkan surat pembatalan pemesanan stan Pasar Turi yang dilayangkan pada 27 Agustus 2013 kepada pedagang Pasar Turi itu menjelaskan bahwa Muhammad Iswanto telah melanggar aturan karena dinyatakan tidak memenuhi pembayaran tepat waktu.

“Penghuni stan Pasar Turi Lantai 1 Block C1 No 2, Muhammad Iswanto telah dikenakan sanksi pembatalan kepemilikan stan dan seluruh uang yang dibayarkan hangus tidak dapat ditarik kembali,” salah satu kalimat dalam surat pemberitahuan tersebut.

Diperkirakan dari 4.500 pedagang yang telah mendaftar kepemilikan stan Pasar Turi menderita kerugian bervariasi. Mulai dari denda Rp 20 juta hingga Rp 100 juta.

“Kalau dihitung dari ribuan pedagang yang didenda tersebut rata-rata harus membayar denda Rp 30 juta selama 17 bulan. Jika dikalikan 4.500 pedagang Pasar Turi, maka total uang denda yang masuk kantong PT Gala Bumiperkasa mencapai Rp 135 miliar,” terangnya. (wh)