Temui Investor Asing, Risma Ingin Percepat Proyek MRT

Temui Investor Asing, Risma Ingin Percepat Proyek MRT

Pemerintah Kota Surabaya menjadwalkan proses prakualifikasi megaproyek Mass Rapid Transit (MRT) atau Angkutan Massal Cepat (AMC) pada April 2014 ini. Sebelum memasuki beauty contest atau kualifikasi, Wali Kota Tri Rismaharini dikabarkan telah menemui sejumlah investor asing yang telah berpengalaman.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Hendro Gunawan, Selasa (15/4/2014).  “Sebetulnya banyak negara yang berminat. Bu Wali sudah bertemu dengan pengusaha dari Jerman waktu itu dan beberapa perusahaan di Singapura. Termasuk Malaysia. Nah, ini akan kita filter dengan kriteria tertentu,” ujarnya.

Dari semua calon investor asing tersebut, pemkot menilai positif. “Semua bagus. Tinggal kita lihat sertifikasi internasionalnya. Mulai faktor harga, faktor klasifikasi, kemudian faktor after sales-nya, Serta ada nggak workshop-nya, sehingga ada jaminan kelanjutan,” tegasnya.

Setelah prakualifikasi nanti, sambung Hendro, tahap beauty contest akan memilih di antara sekian banyak mana yang memberikan penawaran terbaik dan termurah.

“Nah, pada saat beauty contest itu mereka akan diminta presentasi terkait konsepnya, modelnya seperti apa, lalu apa rencana dua tahun ke depan,” paparnya.

Selain itu, pihak swasta diminta untuk memberikan inovasi pemanfaatan teknologi sehingga untuk masyarakat lebih maksimal dari segi kapasitas dan waktu tunggu.

Itu juga didasarkan atas survei yang sudah dilakukan Dinas Perhubungan dan Bappeda. “Karena kalau waktu tunggunya terlalu lama, kapasitas terlalu kecil. Itu bisa mengurangi ketertarikan masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke umum tidak ada,” jelasnya.

Pihaknya memastikan, megaproyek MRT ini tak akan tersendat meskipun kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini tinggal setahun lagi. “Kan kami ada tim teknis. Tim teknis ini tetap berjalan. Anggotanya ada Perguruan Tinggi, tim teknis dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pemkot. Inilah yang akan terus mengawal sampai proses lelang pemenang,” ujarnya.

Ia mengatakan, MRT mengantongi SK wali kota yang terdapat Memorandum of Understanding antara pemkot dengan perguruan tinggi. “Pasti dikawal terus,” pungkasnya.(wh)