Investor Asing Beli Saham HM Sampoerna USD 800 Juta

HM Sampoerna Rampungkan Pabrik di Karawang

Minat investor asing membeli saham perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi kontribusi terhadap penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Sabtu (10/10/2015), investor asing telah membeli saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) senilai USD 800 juta dan investor domestik USD 600 juta. Pembelian saham tersebut ikut membuat nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 13.521 per USD.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Paul Norman Janelle mengatakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue HMSP senilai Rp 20,76 triliun menarik minat investor asing. Hal ini seiring kondisi pasar saham yang mulai menguat. “Harga pelaksanaannya sebesar Rp 77.000 per saham, mencerminkan price to earning ratio (PER) hingga 29 kali,” paparnya.

Paul Norman Janelle mengatakan perseroan mendapatkan respons yang cukup bagus dari para investor asing, setelah melakukan roadshow ke sejumlah negara. Pihaknya sempat menyambangi Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat (AS). Di AS, perseroan menyasar investor-investor yang berbasis di Boston, New York, dan San Francisco.

“Investor asing yang ingin menyerap saham baru kami campuran dari asing dan domestik. Yang bisa saya bilang adalah ada minat yang kuat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk di HM Sampoerna,” ujar Paul seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta.

Paul mengaku belum mengetahui secara spesifik apakah terdapat investor besar yang berminat menyerap saham baru perseroan. Transaksi itu akan menjadi salah satu penawaran saham terbesar di Asia Tenggara sepanjang tahun ini.

Dia menjelaskan, aksi penerbitan saham baru sebanyak 269 juta unit ini merupakan upaya emiten memenuhi peraturan batas minimal saham yang beredar di publik (free float) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 7,5 persen. Perseroan sebenarnya tidak memiliki kebutuhan dana mendesak untuk membangun pabrik baru. (bst)