Investor AS Bangun Pabrik Pengolahan Ikan di Indonesia

 

Investor AS Bangun Pabrik Pengolahan Ikan di Indonesia
Franky Sibarani. foto:rmol.c

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengungkapkan, adanya industri makanan asal Amerika Serikat yang kebelet bangun pabrik di Indonesia wilayah Timur.

Dikatakan Franky, industri yang kepincut membenamkan modalnya di Indonesia Timur ini, bergerak di bisnis pengolahan seafood dan daging. Selama ini, industri makanan asal negeri Paman Sam ini, mengimpor produk seafood dari Indonesia.

“Jadi, dengan dikeluarkannya bidang usaha cold storage dari DNI, diharapkan perusahaan dapat masuk ke Indonesia dan melakukan investasi di bidang hilir hasil laut tersebut,” ujar Franky melalui rilis saat berada di Amerika Serikat.

Pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid X yang mengeluarkan 35 bidang usaha dari daftar negatif investasi (DNI). Salah satunya adalah bidang usaha cold storage yang banyak dibutuhkan oleh produsen pengolahan seafood untuk menjaga produk-produk hasil laut tetap segar.

Dalam Perpres 39 Tahun 2014, bidang usaha cold storage dibatasi 33 persen untuk Sumatera, Jawa dan Bali , dan 67 persen untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Dengan dikeluarkan dari DNI, maka bidang usaha cold strorage terbuka 100 persen untuk asing di wilayah manapun di Indonesia. (inl/ram)