Investasi Surabaya Tak Goyah Meski Rupiah Jeblok

Investasi Surabaya Tak Goyah Meski Rupiah Jeblok
Pengelolahan industri perikanan di Surabaya sebagai salah satu sektor investasi yang memiliki banyak peluang dan belum banyak dieksplorasi.

Meski rupiah anjlok dalam kisaran Rp 13 ribu per dolar, namun ini tidak membuat investasi di Surabaya lesu. Justru sebaliknya, sedikitnya 4 sektor unggulan yang kompetitif di Kota Surabaya masih banyak diminati para investor.

Diungkapkan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Surabaya Eko Agus Supiadi, keempat sektor tersebut di antaranya sektor industri pengelolahan, sektor perdagangan hotel dan restoran, sektor pengangkutan barang dan telekomunikasi, serta sektor jasa.

“Karena sektor tersebut adalah sektor riil yang invetasinya langsung pada penguatan pasar langsung. Misalnya saja di sektor properti, setiap tahunnnya tumbuh di atas 24 persen dan ini adalah peluang yang cukup menjanjikan bagi para investor domestik maupun asing,” bebernya kepada enciety.co di kantornya, Senin (23/3/2015).

Pihaknya tidak merinci berapa angka pasti dari peningkatan investasi di Surabaya dibandingkan dengan tahun lalu. Ini karena masih berada di awal tahun 2015. Namun ia membeberkan, di triwulan pertama saja, dibandingkan dengan triwulan pertama tahun lalu, saat ini jumlah investasi di empat sektor strategis tersebut meningkat 10 sampai 15 persen.

Terutama di sejumlah kawasan seperti di Surabaya Barat dan Timur ini sedang mengalami peningkatan yang cukup pesat. Ia juga mengakui bahwa di kecamatan Gunung Anyar dan Tenggilis Mejoyo juga sangat potensial dalam hal industri pengelolahan. “Banyak beragam industri rumah tangga yang sekarang juga dibidik para investor,” bebernya.

Untuk itu, kata dia anjloknya nilai mata uang rupiah atas dolar tidak terlalu terdampak. Kecuali untuk pasar finansial maupun sektor yang telah melantai di bursa efek maupun impor.

“Tapi itu tidak banyak berdampak bagi Surabaya, karena infrastruktur kita sudah siap,” imbuhnya.

Karena penguatan ekonomi riil yang dialami Surabaya ini diakui oleh Agus telah dilirik oleh sejumlah pemerintah daerah lainnya di Indonesia. Bahkan dalam waktu dekat, kata Agus pihak dari Pembak Cilacap dan Banyumas mencanangkan kunjungan kerja untuk membahas penguatan ekonomi Surabaya. “Baik itu di sektor perdagangan maupun jasa, kami siap,” cetusnya. (wh)