Investasi Rp 816 M, Pelindo Gandeng Van Oord

Investasi Rp 816 M, Pelindo Gandeng Van Oord

Pipa milik PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore yang ada di bawah Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) bukan halangan untuk pelaksanaan revitalisasi. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III selaku pemenang lelang telah menggandeng Van Oord Dredging and Marine Contractors BV (Van Oord).

Nilai kontrak kerja itu sebesar USD 76,2 juta atau setara dengan Rp 816 miliar (kurs USD 1= Rp 11.300). Anggaran tersebut digunakan merevitalisasi APBS, baik pendalaman maupun pelebaran.

“Kontrak kerjasama ini disebut capital dredging, dimana pengerjaannya adalah pengerukan baru dan bukan maintenance (perawatan),” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo III Husein Latief selepas acara Sharing Experience Indonesia Netherlands di Bromo Auditorium Pelindo III, Jumat (4/4/2014).

Pria kelahiran Solo itu menyebut Van Oord selaku pelaksana pengerjaan pendalaman dan pelebaran alur. Dia menambahkan, akhir April ini diharapkan sudah bisa dilaksanakan pengerjaan dengan target akhir selama sebelas bulan.

“Tergantung relokasi pipa yang dilakukan PHE WMO. Bila beliau (PHE WMO) ditepati, kita bisa mengerjakan dalam tempo delapan bulan,” lanjutnya. Pipa milik eks Kodeco itu melintang di cross section 1 pada kedalaman -19 meter low water spring (LWS) dan cross section 2 pada -9 m LWS.

Saat ini dredging (kapal keruk) milik Van Oord sudah tiba di Surabaya sebanyak dua unit. Sementara proses pengerjaan mulai diluar kedua titik tersebut dengan tujuan tidak menunggu terlalu lama. Setelah PHE WMO sudah memindahkan pipa yang melintang, baru revitalisasi dilanjutkan di dua titik tersebut.

Sebelum pemindahan ini perlu dilakukan kick off meeting selama dua pekan. Kick off meeting ini untuk menentukan izin keruk on the table. “Total waktu yang dibutuhkan tiga pekan dari sekarang, dan harus dikeruk pada akhir bulan ini,” tegasnya.

Kendala lain adalah bangkai kapal yang ada disekitar alur. Seperti bangkai kapal Perang Dunia II, Seven Province milik Kerajaan Belanda yang berisi amunisi perang juga akan dipindahkan. Demikian penataan areal lego jangkar kapal telah dibentuk tim, agar selama pelaksanaan revitalisasi tidak ada kapal lego jangkar disekitar alur. (wh)