Investasi Properti Surabaya Meningkat 40 Persen

 

Investasi Properti Surabaya Meningkat 40 Persen

Pertumbuhan ekonomi di Surabaya berdampak positif pada jumlah pemodal yang terus meningkat sepanjang tahun. Seperti yang dikatakan Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal BKPPM Surabaya Eko Agus Supadi.

“Pada semester pertama ini, (Januari hingga Mei) pertumbuhan investasi yang masuk ke Surabaya meningkat 50 persen. Hal itu di luar dari prediksi kami sebelumnya. Padahal target kami sebelumnya peningkatan investasi hanya 20 persen saja,” tuturnya kepada enciety.co, Rabu (15/7/2014).

Menurut Eko, dari peningkatan jumlah pemodal memang pada dasarnya tidak hanya pada semester ini saja. Ia mencatat di setiap tahun jumlah investasi selalu meningkat. “Saya tidak hafal berapa jumlah pastinya. Namun untuk semester ini saja ada sekitar 20 investor,” bebernya.

Namun dicatatnya, pada semester ini peningkatan terjadi cukup signifikan pada sektor properti. Peningkatan terjadi dari investasi properti jenis perhotelan, perumahan, ruko, dan kuliner yang mencapai 40 persen dibanding dengan tahun sebelumnya.

“Pada sektor properti lebih diminati oleh investor dalam negeri. Jumlahnya pun cukup signifikan. Sedangkan  investor asing lebih banyak melirik industri manufaktur di Surabaya,” ungkapnya.

Peningkatan investasi itu diperkirakan oleh Eko karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang genjot program infrastuktur khususnya di Surabaya Timur dan Barat.

“Saat ini, Pemkot Surabaya akan membangun infrastruktur untuk investasi properti di kawasan kecamatan Karang Pilang hingga kawasan Pakuwon,” tambahnya.

Lebih lanjut, melihat pertumbuhan investasi di Surabaya yang tinggi, diperkirakan akan terus meningkat hingga lima tahun ke depan. “Pemodal akan melirik Surabaya sebagai tempat investasi properti paling favorit hingga lima tahun ke depan,” akunya. (wh)