Investasi Pergudangan Surabaya Naik 40 Persen

 

Investasi Pergudangan Surabaya Naik 40 Persen

Menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, berdampak positif pada investasi pergudangan di Surabaya. Pasalnya pada semester pertama saja, investasi yang masuk mencapai Rp 20 triliun.

Diakui Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKPPM) Surabaya, Eko Agus Supiadi Sapoetro sejak Januari hingga Agustus saja, jumlah investasi pergudangan meningkat hingga 40 persen.

“Pada tahun lalu, penyerapan investasi pergudangan di Surabaya mencapai Rp 30 triliun. Sedangkan pada semester pertama tahun ini meningkat drastis, hingga mencapai Rp 20 triliun,” ujarnya.

Menurut Agus, lonjakan yang besar ini tidak terlepas dari Surabaya sebagai kota perdagangan. “Jadi Surabaya sudah menjadi poros pasar dan perputaran uang di kawasan Jawa Timur,” akunya.

Apalagi jika melihat Surabaya akan memasuki pasar MEA 2015, diperkirakan potensi untuk menggali pasar internasional akan kian terbuka. Namun bukan berarti pasar bebas ASEAN mudah dimasuki. Bagi Agus Surabaya harus mampu menunjukkan potensi itu.

“Inilah tantangan kita. Kita harus mampu bersaing di tengah pasar ASEAN yang begitu ketat. Untuk itu saya menargetkan investasi pergudangan akan meningkat 60 persen pada tahun depan,” bebernya.

Untuk merealisasikan target tersebut, mantan Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disperdagin) Surabaya itu akan memperluas kawasan pergudangan di Surabaya. Rencananya kawasan pergudangan akan memiliki kosentrasi di luar kota Surabaya, yakni Gresik dan Sidoarjo.

“Ini mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Surabaya. Jadi ke depan semua kawasan pergudangan akan dipindah ke pinggiran kota Surabaya. Selain itu juga akan dipindah ke luar kota, tapi kantornya masih di Surabaya. Jadi perputaran uang tetap di Surabaya,” katanya.

Dengan cara ini, Agus berharap Surabaya bisa bersaing secara terbuka dengan negara lain di ASEAN. “Tentunya jika ini terealisasi, perdagangan di Surabaya akan semakin meningkat. Pertumbuhan ekonomi masyarakat juga akan semakin terpacu,”

Sementara ini, dari catatan Agus kawasan pergudangan di Surabaya masih tercecer di beberapa wilayah. “Sementara ini kawasan pergudangan Surabaya berada di kawasan Kenjeran, Osowilangun, Sier Rungkut, dan kawasan Surabaya Timur,” ujarnya. (wh)