Investasi Jatim Ditarget Rp 160 T

Investasi Jatim Ditarget Rp 160 T

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanaman Modal (BPM) menargetkan investasi senilai Rp 155-Rp 160 triliun selama tahun 2014. Target ini naik dibandingkan realisasi investasi Jatim tahun 2013 yang hanya Rp 145 triliun. Realisasi investasi Jatim di tahun 2013 itu terdiri dari realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 33,63 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 34,85 triliun dan PMDN Non Fasilitas sebesar Rp 76,56 triliun.

“Kita targetkan tahun ini ada kenaikan. Dengan berbagai kemudahan dan dukungan Infrastruktur, kita yakin target ini akan teralisasi,’Kata Kepala BPM Jawa Timur Warno Hari Sasono, Jumat (24/1/2014).

Dikatakan Warno, untuk mendorong iklim investasi Jatim itu, Pemprov Jatim juga mendorong kepada pemerintah kabupaten dan kota di Jatim untuk mengembangkan kawasan industri beserta kemudahan mengurus izin.

”Karena kalau ada kawasan industri terpadu, maka investor akan makin yakin untuk melirik kota itu, karena memang lebih mudah bagi investor,” ujarnya.

Sejumlah kawasan industri terpadu di Jatim sudah mulai tumbuh antara lain di Kabupaten Jombang di tiga titik, Lamongan serta Banyuwangi yang sedang membangun kawasan industri di Kecamatan Wongsorejo. “Kawasan-kawasan Industri ini selanjutnya juga akan dipasok dengan instalasi gas dari PGN,” paparnya.

Untuk pelabuhan, Pemprov Jatim juga terus lakukan perbaikan dan revitalisasi. Pelabuhan  Tanjungwangi di Banyuwangi, Tanjung Tembaga di Probolinggo serta Pelabuhan Paciran, diharapkan bisa menopang iklim investasi Jatim tersebut.

“Nantinya pelabuhan udara Abdurrahman Saleh (Malang) juga akan ditingkatkan menjadi bandara internasional,” imbuhnya. (ram)