Investasi Infrastruktur Digeser ke Luar Jawa

Investasi Infrastruktur Digeser ke Luar JawaInvestasi infrastruktur pada saat ini dinilai mulai bergeser ke luar Pulau Jawa sehingga diharapkan bakal tercipta perbaikan di sektor infrastruktur seperti di kawasan Indonesia bagian timur.

“Saat ini investasi dan infrastruktur bergeser ke luar Jawa. Kebijakan Kementerian PU mendorong perbaikan infrastruktur di luar Jawa,” kata Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Keterpaduan Pembangunan Taufik Widjoyono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (22/1/2014).

Menurut dia, dengan konsep enam koridor ekonomi di mana lima di antaranya di luar Jawa telah menunjukkan bahwa pergeseran investasi ke luar Jawa lebih baik.

Ia memaparkan dari sekitar 400.000 kilometer jalan kabupaten/kota, kondisinya hanya sekitar 60-70 persen saja yang dinilai baik.

“Untuk itu kita mendorong upaya perbaikan jalan Provinsi dan Kabupaten,” kata Taufik.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan salah satu tantangan utama yang dihadapi iklim investasi di Indonesia adalah permasalahan ketersediaan infrastruktur.

Sebelumnya, Ketua Komisi VI DPR RI Airlangga Hartarto menghendaki pemerintah pusat mendorong investasi yang lebih besar lagi ke wilayah Indonesia bagian timur.

“Kami mendesak pemerintah untuk mendorong agar setiap investasi baru baik oleh investor domestik maupun asing bergerak ke Indonesia timur,” kata Airlangga Hartarto.

Berdasarkan data BPS periode triwulan III-2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia atau Produk Domestik Bruto (PDB) secara kumulatif mencapai level 5,83 persen dibandingkan periode yang sama 2012. (ant/bh)