Investasi Gudang di Samarinda dan Balikpapan Menggeliat

 

Investasi Gudang di Samarinda dan Balikpapan Menggeliat

Pengembang kawasan Pergudangan Karingau Center (Balikpapan) dan Mangkupalas Business Center (Samarinda) melakukan penetrasi pasar di Jatim. Upaya ini tak lepas dari banyaknya distributor asal Jawa dan Surabaya yang berinvestasi gudang di Samarinda dan Balikpapan.

Managing Director PT Bintang Omega Sakti (BOS) Margareth Sri Mulyaningsih mengungkapkan, dua gudang yang mereka bangun ini dimasukkan dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Disebutkan masuk MP3EI sebagai koridor prekonomian di Kalimantan Timur.

Margareth menyebut investor asal Jawa pada umumnya membeli gudang untuk dijadikan sebagai transit pengiriman barang. “Justru investor asal kota-kota besar di Jawa, seperti Surabaya yang membeli gudang di Balikpapan karena lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan Pelabuhan Karingau,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (18/9/2014).

Pelabuhan Karingau merupakan pelabuhan petikemas terbesar di Kalimantan Timur yang kerap dijadikan port hub (penghubung antarpelabuhan) di Indonesia. Sementara posisi kawasan pergudangan Karingau Center hanya berjarak kurang dari 7 km.

Dari total kawasan pergudangan yang dikembangkan BOS ini memiliki total 353 unit, yang terdiri dari 175 unit di Samarinda dan 178 di Balikpapan. Margareth menyebut hampir saat ini sudah terjual 74 persen dari dua komplesk pergudangan yang dibangun.

“Untuk kawasan pergudangan di Samarinda tersisa 37 unit, sedangkan di Balikpapan tersisa 31 unit. Dari sisa unit tersebut, kami upayakan bisa terjual di Surabaya, karena potensi pengembangan bisnis di Kalimantan Timur terbuka lebar,” urainya.

BOS menginvestasikan kurang Rp800 miliar untuk dua gudang terebut diatas lahan 12 hektar pergudangan di Balikpapan dan 14 hektar di Samarinda. Pihak BOS berencana melakukan ground breaking mulai tahun 2015, dan diperkirakan kompleks pergudangan sudah tuntas pada 2017 nanti.

Margareth menjanjikan kemudahan pembelian secara in house hingga 50 bulan. “Kita sudah bekerjasama dengan pihak bank, seperti BII, BNI, Panin dan Syariah Mandiri sebagai partner untuk mengucurkan kredit,” tutupnya. (wh)