Investasi Bukan Berjudi, Tapi Menabung

Investasi Bukan Berjudi, Tapi Menabung

Dewi Sriana Rihantyasni dan Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Di antara berbagai jenis investasi saat ini  yang paling aman ada di bursa saham. Kurun waktu lima tahun terakhir, jumlah transaksi di bursa saham naik sekitar 40 persen. Tahun 2019, jumlah transaksi yang ada di bursa saham naik mencapai tiga persen.

Hal itu disampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (5/7/2019).

“Kapitalisasi bursa saham saat ini Rp 7.300 triliun. Artinya, setiap detik perputaran uang di bursa saham ini bisa mendongkrak dana sekitar Rp 7.300 triliun. Mulai tadi pagi pukul 09.00 WIB hingga saat ini, uang yang masuk sudah mencapai Rp 1.500 triliun. Artinya, bursa saham ini adalah tempat yang tepat jika kita melakukan kegiatan investasi,” tegas Kresnayana.

Kresnayana menjelaskan jika investasi dalam bursa saham ini jangan dimaknai sebagai kegiatan berjudi. Di mana ketika seseorang berinvestasi, uang yang diinvestasikan dapat berbuah, berlipat, dan bisa saja hilang dan tidak berbekas.

“Kegiatan investasi bukanlah judi. Ini musti dipahami masyarakat. Kegiatan investasi ini hampir sama dengan menabung. Namun kita bisa mendapatkan keuntungan dari kegiatan investasi ini,” tegas Bapak Statistika Indonesia itu.

Kresnayana menambahkan, kegiatan investasi bertujuan mempersiapkan kesempatan masa depan dalam kurun waktu yang terukur. Dirinya mencontohkan, jika ada seseorang yang saat ini telah berhitung dan menyiapkan dana pendidikan bagi sang anak.

“Contohnya saat ini kita punya anak kelas 5 SD,  10-15 tahun lagi kita butuh uang sekitar Rp 50 juta untuk biaya sekolah. Kita bisa gunakan kesempatan berinvestasi. Cari saham apa yang bakal membawa keuntungan bagi kita dalam kurun 10-15 tahun. Ini bisa kita lakukan,” ulasnya.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jatim Dewi Sriana Rihantyasni menambahkan, sebagian orang masih menganggap investasi di pasar modal merupakan kegiatan judi. Pemahaman itu sangat keliru.

“Untuk dapat memahami kegiatan investasi, kita punya kegiatan sekolah pasar modal. Ada juga pasar modal syariah. Kita bisa saling share dan belajar tips-tips berinvestasi,” tegas Dewi.

Dewi sangat berharap BEI dapat lebih menjaring masyarakat dapat berinvestasi di pasar modal. Khususnya kaum perempuan. Kata dia, investor di pasar modal saat ini kebanyakan didominasi laki-laki.

“Kami berharap perempuan ini bisa ikut dan aktif dalam kegiatan pasar modal. Sebagai direktur rumah tangga, kaum perempuan harus memahami pentingnya investasi,” tegas Dewi. (wh)