Investasi Bisnis Properti Buka 70 Peluang Usaha Langsung

Investasi Bisnis Properti Buka 70 Peluang Usaha Langsung

Kresnayana Yahya M.Sc Chairperson Enciety Business Consult dalam acara Perspective Dialogue yang diadakan di Radio Suara Surabaya, Jumat (26/8/2016). foto: arya wiraraja/enciety.co

Pertumbuhan ekonomi Jatim sangat dipengaruhi oleh kemajuan bisnis properti. Terlebih dari sektor konstruksi. Kemajuan tersebut akan berdampak pada peningkatan kesempatan kerja dari sektor konstruksi yang angkanya kurang lebih mencapai 20 persen.

Hal itu diungkapkan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (26/8/2016).

Menurut Kresnayana, dalam dunia properti dikenal istilah indeks Survei Harga Properti Residensial (SHPR). Menurut data yang dihimpun Enciety Business Consult (EBC), saat ini kenaikan SHPR paling tinggi ada di wilayah Manado. Kedua ditempati oleh Makasar, yang ketiga ditempati Surabaya.

“Jika kita melihat potensi bisnis properti berdasarkan ukuran luas wilayah, dapat dikatakan potensi pertumbuhan properti di wilayah Manado lebih kecil dibanding dari dua wilayah lainnya,” urai terang pakar statistik ITS tersebut.

Kresnayana lalu menjabarkan, di antara ketiga kota tersebut, Surabaya memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk dapat menumbuhkan geliat bisnis properti. Terlebih di Kota Surabaya yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur.