Investasi Bidang Air di Surabaya Masih Rendah

Investasi Bidang Air di Surabaya Masih Rendah

Kresnayana Yahya dan Mujiaman. foto: arya wiraraja/enciety.co

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada harus menjaga ketersediaan air bersih kepada warga Surabaya. Namun hingga kini, investasi di bidang air masih sangat rendah.

Menurut Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Mujiaman, jaringan pipa PDAM sudah sejak 70 tahun lalu. Dari jaringan itu  mengalirkan 150 liter air per detik dengan coverage hingga 99 persen.

“Sangat disayangkan, selama 10 tahun terakhir investasi bidang air ini sangat rendah. Hal ini juga dibuktikan dengan tidak adanya program penyertaan modal oleh Pemerintah Kota Surabaya. Nah di sisi lain, kita dibebani sharing PAD (pendapatan asli daerah),” tegas Mujiaman dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (13/12/2019).

Dia lalu mengatakan, harga air yang dijual PDAM Surya Sembada sangat murah. Saat ini konsumen rata-rata pelamggan hanya membayar air Rp 2 per liter. Dengan harga air segitu, masyarakat kurang menghargai keberadaan air.

“Dengan harga yang murah itu, masyarakat jadi sembarangan mengonsumsinya. Jangan sampai masyarakat ini tidak menghargai salah satu sumber kehidupan itu. Harapannya, kita bisa memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya,” cetus dia

Sementara, Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, 70 tahun lalu, populasi penduduk Surabaya hanya sekitar 250 ribu orang, sekarang sudah naik 10 kali lipat. “Jelas, hal ini harus diimbangi fasilitas yang memadai,” ujar dia.

Kata Kresnayana, ada tiga hal positif yang dapat muncul dengan tersedianya air bersih. Yakni, kesehatan pribadi, kesehatan lingkungan, dan kesehatan bersama.

“Dampak lingkungannya ini yang sangat terasa. Di antaranya, sampah botol plastik yang makin berkurang karena orang sekarang minum pakai tempat minum sendiri,” papar pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Kresnayana juga mengatakan, jika PDAM sekarang harus mengejar kebutuhan konsumsi air yang sangat dipengaruhi pertumbuhan populasi kota. Untuk itu, di zaman yang serba digital ini, PDAM harus memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Digitalisasi sistem kerja ini dapat meningkatkan kapasitas dan produktivitas kerja lima kali lipat. PDAM Surya Sembada Kota Surabaya harus bertransformasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi ini,” pungkas dia. (wh)