Intel Rancang Teknologi bagi Tuna Netra

intel

Penemuan teknologi Augmented Reality (AR) menjadi terobosan baru untuk mereka yang mengalami kendala penglihatan. Perangkat ini membuat para tunanetra mendapatkan gambaran tentang keadaan sekitar. Direktur Intel RealSense Interaction Design Group Rajiv Mongja sedang merancang perangkat AR dengan sistem yang digunakan yaitu teknologi kamera RealSense 3D dan sensor getaran yang diintegrasikan dalam baju. Untuk sementara, perangkat ini bekerja dengan menangkap informasi tentang keadaan sekitar. Selanjutnya, perangkat akan mengirimkan hasil informasi tersebut kepada pengguna dengan getaran yang terletak di baju.
Intensitas getarannya berbanding lurus dengan jarak objek. Jika objek cukup jauh, maka getarannya lemah. Jika dekat, maka akan lebih kua,” ucap Mongja di situs resmi Intel
Darryl Adams, manajer proyek teknis di Intel yang di diagnosa mengidap Retinitis Pigmentosa (gangguan di retina), telah mencoba perangkat ini. Menurut dia perangkat ini mampu membantunya melihat secara lebih baik. “Perangkat ini sangat membantu saya untuk mengetahui apa yang terjadi di sekitar saya. Jika saya merasakan getaran, saya dapat mengetahui perubahan dari arah tersebut. Saya jadi tahu jika ada yang menghampiri saya,” kata Adams.
Mongja juga mengatakan timnya sedang mencoba membuat perangkat yang mampu digunakan untuk semua pengguna. Tergantung pada kebutuhan dan tingkat penglihatan. “Saya rasa perangkat tersebut harus menyesuaikan dengan pengguna atau dapat disesuaikan dengan preferensi pengguna,” cetusnya.
Selain itu, Intel juga merilis perangkan lain OrCam juga untuk mereka yang tidak dapat melihat secara normal. Perangkat ini menggunakan machine learning, bentuk lain dari artificial intelligence yang mampu membantu penggunanya untuk berinteraksi dengan sekitarnya lebih baik. Perangkat ini dapat membaca teks dan objek seperti kertas, lampu lalu-lintas dan lainnya.
OrCam dipasang di sisi samping kacamata. Kamera di depan secara konsisten memindai objek pandang penggunanya. Pada bagian belakang kamera, terdapat speaker yang mempu mengeluarkan suara tanpa menutup daun telinga. Kamera ini terhubung melalui kabel tipis dan unit proses kecil yang berada didalam saku penggunanya.
Pengguna dapat memerintah OrCam dengan menunjuk objek yang ingin mereka ketahui. “Tunjuk buku, OrCam akan membaca buku tersebut. Arahkan pada tagihan telepon, maka perangkat akan membaca total biayanya,” ujar Yonatan Wexler, head of Research and Development di OrCam. (ram)