Inovasi Kentongan Emergency di Smartphone

Bikin Kentongan Emergency di Smartphone
Stepvani Ongkojoyo, Sindhu Sangka, dan Ayu Vrisma berada di masa inkubasi Start Surabaya di Spazio, Surabaya. foto:startsurabaya.com

Penanganan tanggap darurat membutuhkan peran berbagai unsur terkait dengan taktis. Salah satunya, kecepatan informasi yang mendukung untuk memberi kepastian suatu kejadian. Inilah yang melatarbelakangi para peserta Stepvani Ongkojoyo, Sindhu Sangka, dan Ayu Vrismayang, peserta Start Surabaya untuk berinovasi membuat Kentongan Emergency di smartphone.

Inovasi tersebut dilahirkan lantaran mereka melihat banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ketika mencari bantuan. Baik itu bantuan tanggap darurat kecelakaan, mobil mogok, ban pecah, atau lain sebagainya yang membutuhkan tindakan taktis.

“Hampir semua di antara kita pernah mengalami kondisi emergency pada saat melakukan aktivitas sehari-hari, kan? Sebut saja kecelakaan, tindak kriminal, hingga hal sederhana seperti ban bocor sangat erat kaitannya sama aktivitas kita. Apalagi bagi masyarakat yang harus pulang larut, kalau sedang dalam kondisi emergency pasti bakal repot,” jelas Stepvani.

Dari survei yang dilakukan Stepvani dan dua temannya, sebanyak 20 persen responden kesulitan menerima bantuan yang cepat dan tepat saat mengalami kejadian tersebut. Dari situ Stepvani dan tim berpikir untuk mengembangkan satu aplikasi yang memberikan kemudahan untuk terhubung dengan instansi yang bisa memberikan bantuan di saat kondisi darurat atau kemudahan untuk mencari bantuan dari kerabat dekat.

“Filosofinya sih dapet dari “kentongan” yang merupakan alat komunikasi tradisional. Terbuat dari batang bambu atau batang kayu jati yang dipahat. Kegunaan kentongan didefinisikan sebagai tanda alarm, sinyal komunikasi jarak jauh, morse, maupun tanda bahaya,” bebernya.

Aplikasi kentongan ini, nantinya punya beberapa fitur. Dijelaskannya, di antaranya adalah “Pesan Darurat” yang berfungsi untuk memberitahukan kondisi sangat darurat secara langsung, cepat, dan mudah kepada orang-orang terdekat. Atau juga, “Jaga Pantau” yang berfungsi sebagai alat pencegahan kejahatan, dengan cara mengabari orang terdekat saat hendak bepergian dari satu lokasi ke lokasi lain.

Dengan Jaga Pantau, orang dapat meninggalkan jejak dan menelusuri perjalanan dengan hasil berupa peta dan info lokasi terakhir. Jaga Pantau juga dapat digunakan untuk melaporkan perjalanan, sehingga sesama pengguna Kentongan dapat saling menjaga.

“Banyak lagi sih fitur dari Kentongan ini. Tapi saat ini masih kami kembangkan lagi. Terutama terkait kesiapan aplikasi ini saat diterjunkan di masyarakat. Kami berharap hanya melalui smartphone orang akan cepat tahu apa yang sedang terjadi di sekililingnya,” urainya. (wh)