Inna Simpang Ditarget Okupansi 70 Persen

Inna Simpang Ditarget Okupansi 70 Persen

Tingkat hunian atau okupansi Hotel Inna Simpang pada tahun 2013 relatif belum kompetitif. Bila dibandingkan dengan hotel sekelasnya, hotel berbintang tiga itu memiliki tingkat hunian yang masih berkutat antara 50-60 persen.

General Manager Inna Simpang, Deny Irza, kemarin (7/3) kepada wartawan mengungkapkan target okupansi tahun ini diharapkan tumbuh 73 persen. Deny memaparkan optimismenya kendati tingkat persaingan hotel berbintang tiga dan empat mulai banjir di Surabaya.

Inna Simpang, lanjut Deny, memiliki total kamar sebanyak 118 room. Kapasitas tersebut diakui tidak perlu dikembangkan atau ditambah. Namun pihaknya memiliki beberapa kiat khusus untuk meningkatkan okupansi demi memenuhi target.

“Salah satu yang perlu kita dorong adalah peningkatan mutu di FnB (food and beverage atau makanan dan minuman). Kebetulan kita memiliki chef baru yang cukup lama berada di Middle East (Timur Tengah),” ungkapnya. Chef anyar ini diharapkan memberi nilai tambah bagi hotel plat merah itu.

Sepanjang tahun 2013, kontribusi tertinggi didominasi oleh tingkat hunian MICE (meeting convention incentive and exibition), corporate (perusahaan), dan goverment (pemerintahan). Selain itu, para traveller juga memberi kontribusi meski tak sebesar ketiga unsur tersebut.

Inna Simpang mengumumkan penyesuaian tarif 15 persen dari sebelumnya, tahun ini. “Faktor utamanya ialah karena inflasi, peningkatan pelayanan, dan renovasi fisik. Namun penyesuaian tarif itu tergolong rendah dibanding hotel yang lain,” tukasnya.

Hotel yang berada di bawah naungan manajemen Hotel Internasional Natour Inn itu, mempunyai tiga kelas. Kelas  Superior memiliki 40 room (Rp 725.000), Deluxe (Rp 950.000) sebanyak 40 room, dan suite seharga Rp 3 juta sebanyak 78 room.

Deny mengungkapkan, tahun ini sudah tidak ada lagi investasi untuk pengembangan hotel. Padahal tahun lalu Inna Simpang mengeluarkan biaya sebesar Rp 10 miliar. “Secara umum, hotel itu dipandang lebih baik mengakuisisi atau ekspansi. Seharusnya tidak perlu renovasi. Tahun lalu sengaja kita lakukan perbaikan untuk peningkatan pelayanan,” ujarnya. (wh)