Inilah Pesan Risma Kepada Pelajar Surabaya

 

Inilah Pesan Risma Kepada Pelajar Surabaya

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini selalu memanfaatkan waktu pertemuannya dengan anak-anak. Ini dibuktikan saat membuka pameran produk pertanian, perikanan, dan kehutanan Aku Cinta Produk Pertanian dan Perikanan di Taman Surya, Minggu (27/4/2014).

Ia meminta sekitar 250 pelajar sekolah dasar itu berkumpul dan duduk manis di atas panggung. Rupanya, ibu’e arek Suroboyo tersebut menyampaikan beberapa pesan kepada mereka.

“Sebentar anak-anak, tolong dengarkan ibu mau ngomong,” katanya sambil mengatur ratusan anak-anak itu duduk rapi. Beberapa orang guru pendamping turut membantunya.

“Kalau kalian mau sukses, kuncinya ada tiga. Diingat-ingat ya, pesan ibu,” ujarnya.

Risma lantas mengacungkan telunjuknya, sambil mengedarkan pandangan. “Pertama, kalian harus hormat, nurut sama orang tua. Nggak boleh membantah,” tegasnya.

“Kedua, kalian harus mendengarkan dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh guru kalian,” kata Risma. “Yang ketiga, kalian tidak boleh putus asa atau menyerah. Kalau kalian kurang pandai atau tidak mengerti, tanyakan. Nggak usah malu. Arek Suroboyo nggak boleh pemalu dan penakut!” serunya disambut anggukan para pelajar cilik itu.

“Janji ya, sama ibu?” tanyanya.

“Janji!” seru anak-anak kompak.

Risma mengungkapkan, pelajar Surabaya tak perlu malu. Sebab, lanjutnya, tak ada istilah anak bodoh. “Yang ada hanya anak yang malas, bukan bodoh. Jadi jangan pernah malu untuk bertanya,” tukasnya.

Selain itu, Risma pun menyoroti perilaku para pelajar dalam menggunakan teknologi informasi melalui perangkat ponsel. Ia lalu menasihati mereka, agar lebih waspada ketika menggunakan media sosial.

“Kalian pegang handphone kan? Ingat pesan ibu baik-baik. Kalau kalian disuruh macam-macam oleh orang asing, kalian harus berani tanya maksudnya pada ortu atau guru kalian. Di luar sana banyak orang jahat yang mengganggu kalian,” kata Risma dengan mimik muka serius.

Ia menekankan kepada mereka, supaya tak mudah percaya dengan orang asing. Terutama di dunia maya. “Kalian nggak perlu saingan, banyak-banyakan teman di Facebook. Kalian berteman sama ibu dan teman-teman sekolah aja,” tandasnya. Ucapannya disambut anggukan pelajar yang berasal dari 5 sekolah tersebut.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menggarisbawahi, tugas pelajar adalah belajar. “Jadi jangan pernah terganggu oleh orang-orang yang ingin ganggu kalian,” pungkasnya.(wh)