Inilah Ketidakpastian Pertumbuhan Ekonomi AS

Inilah Ketidakpastian Pertumbuhan Ekonomi AS
ilustrasi foto: foodinsurance

Pemerintah AS kembali memangkas estimasi produk domestik bruto (PDB) untuk kuartal pertama tahun ini menjadi 0,7 persen. Ini berbeda dengan estimasi bulan lalu yang mecatat pertumbuhan tipis 0,2 pesen. Kontraksi ekonomi pada Q1 2015 ini disebabkan oleh defisit perdagangan yang lebih besar, laju belanja konsumen yang sederhana dan sedikitnya profit yang berhasil diraup sektor swasta.

Kontraksi pertumbuhan ekonomi sebesar 0,7 persen ini adalah perkiraan pertumbuhan yang terburuk sejak 2011 silam. Namun pemerintah justru terlihat optimis pada kuartal kedua ini dimana estimasi pertumbuhannya akan berada pada kisaran 2 persen. Faktanya, pemulihan ekonomi AS pasca krisis keuangan 2007-2009 tidak menentu hingga hari ini.

Berdasarkan beberapa data yang sudah rilis di sepanjang kuartal pertama ini membuktikan hal ini. Di sebagian besar wilayah AS mencatat tingkat belanja konsumen dan aktivitas pabrik yang lemah dimana kondisi ini cukup memukul laju penjualan ritel dan produksi industri di Negeri Paman Sam ini. Sebaliknya, kinerja sektor perumahan yang justru berhasil menunjukkan momentum positif.

Dari sisi pendapatan, laju pertumbuhan ekonomi AS berhasil tumbuh sebesar 1,4 persen pada kuartal pertama tahun ini. Jumlah permintaan domestik direvisi naik sedikit dan pengeluaran bisnis pada investasi peralatan juga menguat dari perkiraan sebelumnya.

Reli dolar dan sengketa perburuhan yang terjadi di pelabuhan pantai Barat telah membebani aktivitas dagang AS. Kinerja ekspor yang anjlok dan impor menguat telah mengakibatkan defisit perdagangan AS melebar.

Rilis resmi pemerintah AS juga mencatat keuntungan yang berhasil diraih perusahaan di AS alami penurunan tajam yaitu sebesar 8,7 persen. Reli dolar yang kuat membebani transaksi perdagangan perusahaan multinasional. Ini dialami oleh perusahaan multinasional seperti Microsoft Corporation, Procter & Gamble Co dan Johnson & Johnson.

Tingkat belanja konsumen yang selama ini menyumbang lebih dari dua-pertiga terhadap kegiatan ekonomi AS, juga direvisi turun 1,8 persen.

Nah, apakah The Fed tetap akan memertahankan kenaikan suku bunganya pada tahun ini atau tidak? Seharusnya dengan melihat laju PDB yang masih cukup rendah ini The Fed tidak menaikkan suku bunganya dulu karena jika suku bunga dinaikkan keinginan konsumen maupun swasta untuk menabung semakin tinggi, akibatnya belanja konsumen maupun belanja modal akan tertekan sehingga laju inflasi pun akan terhambat kenaikannya bahkan bisa jadi mlah mencatat deflasi.

Berikut ini adalah prediksi pergerakan harga forex, komoditi dan indeks Senin (1/6):

EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek, namun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.0880 untuk menambah tekanan bearish mengincar area support 1.0820. Resisten terdekat tampak di area 1.1030, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka kemungkinan menguji area 1.1070.

GBP/USD. Bias intraday masih bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus dibawah area 1.5240 untuk menambah tekanan bearish mengincar area 1.5175. Di sisi atasnya, resisten terdekat tampak di area 1.5330, berbalik lagi secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.5385 sebelum melanjutkan penurunan.

USD/JPY. Bias intraday masih bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus diatas area 124.50 untuk memicu momentum bullish mengincar area 125.00. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 123.70, berbalik secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 123.00 sebelum melanjutkan trend penguatan.

USD/CHF. Bias masih netral dalam jangka pendek berpotensi menguji area 0.9480. Penembusan di atas area tersebut akan memicu momentum bullish membidik area 0.9540. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat berada pada kisaran 0.9360, penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, lebih jauh menguji area 0.9300.

AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, diperlukan penembusan dan gerakan konsisten di bawah area 0.7600 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 0.7570. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat berada pada kisaran 0.7670. Penembusan di atas area tersebut untuk membawa harga naik menguji area 0.7710

XAU/USD. Bias cenderung masih bullish dalam jangka pendek, terutama jika harga mampu break konsisten di atas area 1193.70. Yang berpotensi memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 1198.00 atau bahkan area 1201.20. Sebaliknya, support terdekat berada di area 1188.15. Break kembali di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji ulang area 1185.35. Area 1181.65 akan bertindak sebagai support berikutnya.

Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek untuk Hang Seng seiring harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 1 jam. Selain itu, sinyal lainnya dari indikator MACD dan Stochastic juga menunjukkan pergerakan bearish dalam jangka pendek. Level support terdekat berada di 27000, break di bawah area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju ke 26850 sebelum menargetkan ke wilayah 26700. Untuk sisi atasnya, area 27180 adalah level resisten terdekat, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke 27300, sebelum menguji ke area kunci resisten di 27540.

Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek untuk Nikkei seiring harga ditutup di atas MA 50-100-200 di grafik  4 jam.  Level resisten terdekat terlihat dikisaran 20565, break di atas area tersebut seharusnya memicu bullish lanjutan menuju ke 20660 sebelum menargetkan ke area kunci resisten di 20800. Untuk sisi sebaliknya, area 20370 adalah level support terdekat, break di bawah area tersebut kemungkinan akan membuat harga bergerak netral seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ke 20280 sebelum menguji ulang ke wilayah 20130.

Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek, diperlukan penembusan dan gerakan konsisten di bawah area 260.30 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 259.00. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat berada pada kisaran 262.10. Diperlukan penembusan di atas area tersebut untuk membawa harga naik menguji area 263.20. (bbo/age sumber monexnews)

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini bersifat khusus dan informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita dan analisa terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.