Ini yang Membuat Surabaya Kini Sejajar dengan Kota-Kota di Dunia

Ini yang Membuat Surabaya Kini Sejajar dengan Kota-Kota di Dunia

sumber foto: blogspot.com

Dengan pertumbuhan ekonomi yang rata-rata mencapai 5 persen dalam satu tahun, Surabaya merupakan kota dengan pertumbuhan pembangunan terpesat di Indonesia.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam acara Silaturahim Wali Kota Surabaya bersama seluruh pimpinan media massa di Kediaman Wali Kota Surabaya, Rabu (13/9/2017).

Kata dia, di akhir tahun 2017 mendatang, pihaknya memiliki beberapa program yang menjadi fokus besar bagi dirinya adalah membangun sumber daya manusia di Kota Surabaya.

“Pada periode kedua saya menjabat menjadi wali kota Surabaya ini, yang menjadi fokus besar saya adalah membangun sumber daya manusia. Sesuai dengan menagemen perencanaan Kota Surabaya, percuma jika kita hanya membangun kota dari sisi infrastuktur saja tapi mengabaikan sisi manusianya,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu

Menurut Risma, untuk menaikkan level Kota Pahlawan menjadi kota kelas dunia, pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan juga diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia.

Dia menegaskan, ada beberapa langkah yang telah ia lakukan untuk membangun sumber daya manusia Kota Pahlawan. Di antaranya adalah membangun rumah bahasa, membangun rumah matematika, memdorong perekonomian masyarakat, dan masih banyak lagi.

“Kami juga menggalakkan beberapa program yang berhubungan untuk meningkatkan literasi kota ini,” ulas Risma menambahkan.

Risma menambahkan, ketika ia awal menjabat sebagai wali kota pada tahun 2010, nilai human resources index di Surabaya hanya sekitar 70 poin. Namun, dengan pembangunan sekolah yang dimulai dari pinggiran Kota Surabaya, kini angka tersebut naik drastis menyentuh angka 80,3 poin.

Dia menambahkan, dahulu human resources indeks Kota Surabaya jumlahnya sekitar 70 poin dan itu hanya menyentuh daerah-daerah tengah kota.

“Jika dilihat keadaannya saat ini, nilai human resources index kota ini mencapai 80 poin. Lalu yang terpenting, angka itu menyebar rata dari daerah tengah hingga pinggiran. Dengan kata lain, kota ini dapat disejajarkan dengan kota-kota yang ada di negara maju di dunia,” jelas Risma. (wh)