Ini yang Membuat Jepit Rambut Pita Bernilai Tinggi

Ini yang Membuat Jepit Rambut Pita Bernilai Tinggi

Pelatihan creative industry accessories di Kaza City Mall, Minggu (14/1/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Pandai membaca permintaan pasar adalah salah satu syarat agar usaha yang ditekuni bisa maju. Tidak cuma membuat produk yang sulit dan mahal, produk sederhana bisa dibuat asal diminati pasar.

“Untuk itu, pada pertemuan pelatihan creative industry accessories kali ini kami mengajak peserta pelatihan menciptakan produk jepit rambut pita yang simpel,” ujar Yayuk Surat, mentor pelatihan Pahlawan Ekonomi, di Kaza City Mall, Minggu (14/1/2018).

Kata dia, jepit rambut pita yang dulu sangat ngetren di era 90-an, hingga kini masih dicari banyak orang. Terutama anak muda usia sekolah. Seperti diketahui ketahui, dunia fashion pasti terus berubah dan memiliki pola. Jadi jangan heran jika produk yang dulu sering kita jumpai kini naik daun lagi.

“Sebagai pelaku usaha, kita harus cepat merespons minat dan permintaan dengan dapat menciptakan produk tersebut,” terang Yayuk.

Untuk membuat peoduk jepit rambut pita, imbuh dia, ada beberapa bahan yang diperlukan. Yakni kawat jepit rambut, pita warna-warni, lem perekat, dan hiasan manik-manik.

Untuk membuatnya, langkah pertama yang dilakukan membuat model jepit rambut pita. Kedua, membuat simpul pita. “Setelah itu barulah kita merekatkan pita dan memberi hiasan manik-manik,” cetus dia.

Yang harus dicermati saat membuat produk ini, kata Yayuk, saat menentukan pilihan kombinasi warna pita yang digunakan. Pilihan manik-manik yang digunakan sebagai hiasan juga menjadi bahan yang sangat penting digunakan.

“Jika kita salah mengombinasikan warna pita, hasilnya bakal terlihat norak dan kualitas harganya juga turun. Jadi dalam hal ini, saya mewanti-wanti panjenengan semua,” kupas Yayuk.

Di pasaran, kata Yayuk, harga jepit rambut pita ini berkisar Rp 15-25 ribu per buah. Bergantung kualitas dan detail produk. Jika kualitasnya bagus, jepit rambut pita ini dapat bernilai lebih tinggi.

“Saya pernah lihat ada jepit rambut yang berharga di atas Rp 50 ribu per buah. Padahal bahannya sama dengan yang ada di pelatihan ini. Setelah saya cermati, yang membuat mahal produk itu adalah ketepatan dalam mengombinasikan warna. Untuk itu perlu ide kreatif,” pungkas Yayuk. (wh)