Ini Yang Membuat Harga Cabai Tambah Pedas

Ini  Yang Membuat Harga Cabai  Tambah Pedas

Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penyebab harga cabai selalu melonjak. Pasalnya, produksi cabai sering tidak mencukupi secara bulanan. Kepala BPS Suryamin menyatakan produksi cabai besar pada 2014 mencapai 1,075 juta ton. Meskipun mengalami peningkatan dibanding 2013 yakni sebesar 6,09 persen, tetap belum dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri.

“Tapi yang ingin saya tambahkan di sini, produksi cabai besar untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebenarnya hanya 0,38 juta ton. Kemudian konsumsi nonrumah tangga 1,6 juta ton. Secara total masih defisit untuk cabai besar,” jelas Suryamin di Jakarta, Senin (3/7/2015).

Untuk produksi cabai besar, lanjut dia, wilayah yang mengalami kenaikan terjadi di Jawa Tengah, NTB, Jawa Timur, Aceh, dan Bengkulu. Kemudian wilayah yang mengalami penurunan produksi terjadi di Sumatera Utara, Lampung, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Kemudian untuk produksi cabai rawit pada 2014, Suryamin mengatakan ada kenaikan 12,19 persen sejak 2013 menjadi 800,48 ribu ton. Sementara untuk konsumsi rumah tangga sebesar 364,4 ribu ton dan untuk nonrumah tangga sebesar 280,7 ribu ton. “Secara total cabai rawit masih surplus. Hanya ada permasalahannya kalau dilihat per bulan suplainya jomplang. Januari hingga Maret melimpah banget. Nanti bulan selanjutnya sedikit. Artinya, tidak merata,” kata dia.

“Secara total kebutuhan terpenuhi, tapi secara parsial belum. Jadi, harganya kan melonjak,” tandas dia.

Sekadar informasi, cabai selalu menjadi penyumbang inflasi. Pada Juli 2015, terjadi kenaikan harga pada cabai merah sebesar14,36 persen dan cabai rawit kenaikannya 30,16 persen. (oke)