Ini Yang jadi Penyebab Penyakit Sindrom Metabolik

Ini Yang jadi Penyebab Penyakit Sindrom Metabolik

Penyakit sindrom metabolik yang banyak diderita masyarakat salah satu penyebabnya adalah kesalahan penderita dalam menerapkan porsi makan yang benar.

Konsumsi gula berkali-kali lipat bahkan belasan kali lipat karena kebiasaan orang minum kopi, minuman dan makananan manis sangat tidak diajurkan.

Faktanya, mengonsumsi gula sebagai pemanis baik di makanan ataupun minuman di masyarakat Indonesia dianggap cukup tinggi. Padahal kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan menjadi salah satu pemicu penyakit.

Seharusnya, standar konsumsi gula maksimal adalah 5 persen dari kalori atau sekitar dua sendok makan (20 gram) per harinya.  Dimana standarnya dalam satu porsi makanan terdapat kandungan karbohidrat antara 55 hingga 60 persen, protein 12 hingga 15 persen, dan lemak, sayur juga buah dibawah 30 persen.

“Masyarakat kadang mengonsumsi jumlah lemak dan gula melebihi standar baik yang seharus dikonsumsi, sehingga memicu timbulnya sindrom metabolik,” kata Dr dr Inge Permadhi MS SpGK, dokter spesialis gizi klinis.

Sindrom metabolik sendiri yaitu keadaan klinis dimana pada seseorang terdapat sekumpulan kelainan metabolic antara lain kelainan kadar lipid, peningkatan kadar glukosa, peningkatan kadar asam urat, peningkatan tekanan darah, dan kegemukan.

Penyebab utama bukan lagi karena genetic, tapi lebih dipicu karena pola dan porsi makan yang kurang baik. Padahal, yang lebih baiknya lagi adalah porsi buah dan sayur lebih banyak ketimbang karbohidrat dan lemak.

“Jadi masyarakat harus mau merubah pola makan mereka sendiri,” papar dia. (wh)