Ini yang Harus Dipenuhi agar Mal Eksis

Ini yang Harus Dipenuhi agar Mal Eksis
Tutut Januar, peneliti Enciety Business Consult

Pertumbuhan ekonomi Surabaya 2014 mencapai 6,4 persen. Nilai yang relatif tinggi ini ditopang oleh tiga sektor utama, yakni perdagangan, hotel dan restoran, serta angkutan/transportasi. Ketiga sektor ini sangat dominan dan berperan besar menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya. Pentingnya sektor perdagangan ini berdampak juga pada pertumbuhan shopping center, seperti pusat perbelajaan atau mal.

Menurut data enciety Desk Research (eDR), diperkirakan sampai tahun 2016, di Surabaya akan ada sekitar 5 mal yang akan siap bersaing dengan mal yang sudah ada. Pusat perbelanjaan atau mal yang ada di kota Surabaya tergolong sudah menjamur dimana-mana. Sedikitnya ada 24 pusat mal yang tersebar di Surabaya, di satu wilayah terdapat minimal satu mal. Yang terbanyak di Surabaya Pusat, seperti Tunjungan Plaza, Grand City, Surabaya Plaza dan WTC.

Meskipun pusat perbelanjaan sudah menyebar, masih ada saja pusat perbelanjaan yang dapat dikatakan “mati” atau sepi pengunjung. Menurut data enciety Bussines Consult (eBC), mal yang “mati” ini disebabkan kurang tepatnya lokasi dan target pasar sasaran, dan kurang lengkapnya gerai-gerai yang memenuhi kebutuhan pengunjung.

Ada keinginan pengunjung bila berada di mal, semua kebutuhan yang dibutuhkan terpenuhi tanpa harus berpindah ke pusat perbelanjaan lainnya. Selain itu, jumlah dan kebiasaan penduduk (lifestyle) yang ada di kecamatan lokasi sekitar mal juga turut mempengaruhi.

Keunikan sebuah mal dibandingkan pusat perbelanjaan yang lain juga menjadi faktor penting untuk menarik minat pengunjung. Melihat perubahan perilaku dan keinginan anak-anak muda dan wanita saat berada di pusat perbelanjaan harus terus digali agar lonceng kematian tersebut tidak terus berbunyi. (wh)